Dalam agenda monitoring terpadu di Ibu Kota Nusantara, rombongan Kemenko Polkam bersama jajaran Polri melakukan peninjauan langsung di depan Gedung Istana Presiden IKN. Kehadiran para pejabat dan personel keamanan ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan sistem pengamanan kawasan inti pemerintahan, termasuk pengecekan personel, prosedur patroli, serta integrasi Command Center untuk memastikan keamanan IKN berjalan optimal menjelang operasional penuh pada 2028.

SUPERSEMAR NEWS – IKN – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) terus mempercepat penguatan sistem keamanan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan kawasan tersebut menuju peresmian sebagai pusat pemerintahan baru pada tahun 2028. Melalui kegiatan monitoring terpadu dan rapat audiensi yang dipimpin Sekretaris Deputi Kamtibmas, Brigjen Pol Hery Sasongko, pemerintah menegaskan bahwa keamanan harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur.

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut atas berbagai rekomendasi kebijakan strategis, khususnya terkait isu kriminalitas, kesiapan personel, hingga integrasi teknologi pemantauan. Sejalan dengan misi pemerintah, penguatan keamanan IKN juga menjadi pilar penting untuk memastikan investasi, mobilitas masyarakat, dan aktivitas pemerintahan dapat berlangsung stabil.

Evaluasi Lapangan di Titik Strategis IKN

Pada agenda monitoring tersebut, tim Kemenko Polkam bersama perwakilan Otorita IKN (OIKN), Mabes Polri, Polda Kalimantan Timur, serta unsur pemerintah daerah mengunjungi sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas vital.
Beberapa lokasi yang dipantau antara lain:

  • Istana Presiden
  • Gedung Kemenko 3 Tower 1
  • Lokasi pertambangan ilegal
  • Area calon hunian kepolisian
  • Polres Khusus Ibu Kota Negara
  • Command Center IKN
  • Mess karyawan yang sebelumnya mengalami kebakaran

Melalui kunjungan langsung ini, tim melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lapangan, mencakup keamanan fisik, kerawanan sosial, hingga infrastruktur pendukung. Menurut Brigjen Pol Hery Sasongko, inspeksi lapangan menjadi cara efektif untuk memastikan koordinasi antarinstansi berjalan secara real time.

Untuk referensi pembaca, laporan perkembangan IKN dapat diakses melalui tautan internal seperti Laporan Pembangunan IKN, sementara informasi terkait tugas Kemenko Polkam tersedia di Profil Kemenko Polhukam.

Tantangan Keamanan: Pertambangan Ilegal hingga Sengketa Lahan

Selain itu, evaluasi juga menyoroti berbagai isu krusial yang memengaruhi stabilitas IKN.
Isu-isu tersebut mencakup:

  • Maraknya pertambangan ilegal yang menjadi ancaman lingkungan sekaligus sumber konflik.
  • Prostitusi terselubung yang berpotensi memicu kriminalitas lain.
  • Sengketa lahan, terutama pada enclave masyarakat yang masih dalam proses penataan.
  • Kesiapan jalur distribusi logistik yang sering menjadi titik rawan aktivitas ilegal.

Permasalahan tersebut disebut sebagai “kerawanan laten” yang wajib ditangani melalui pendekatan terintegrasi sehingga tidak berkembang menjadi ancaman besar ketika aktivitas pemerintah mulai beroperasi penuh di IKN.

Integrasi Teknologi: 1.000 CCTV Menuju Sistem Analitik Modern

Dalam sesi pemaparan teknis, OIKN menyampaikan bahwa saat ini IKN telah mengoperasikan lebih dari 1.000 CCTV yang terhubung langsung dengan Command Center IKN.
Namun, CCTV tersebut masih berfungsi sebagai kamera pemantau visual biasa tanpa kemampuan analitik lanjutan.

Tahun depan, OIKN berencana menambahkan fitur kecerdasan analitik seperti:

  • Deteksi jumlah kendaraan
  • Pemantauan pergerakan orang
  • Analisis pola kunjungan
  • Identifikasi kejadian mencurigakan secara otomatis

Teknologi ini juga dirancang terintegrasi dengan sistem kepolisian, sehingga Polres Khusus IKN, Polda Kaltim, dan Mabes Polri dapat mengakses data secara simultan.

Bagi pembaca yang ingin memahami konsep Smart City Security, dapat mengecek tautan eksternal seperti Smart City Security Framework.

Dengan integrasi tersebut, respon cepat terhadap kondisi darurat, laporan masyarakat, atau ancaman kriminal akan meningkat secara signifikan.

Peningkatan Kualitas SDM Keamanan

Sementara itu, Brigjen Pol Hery Sasongko menegaskan bahwa IKN membutuhkan SDM yang memiliki kualifikasi tinggi, terutama dalam bidang:

  • Keamanan siber (IT security)
  • Manajemen krisis
  • Sistem pemantauan digital
  • Operasional Command Center

Polda Kalimantan Timur disebut telah menyetujui penugasan personel untuk memperkuat pengamanan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Selain itu, seluruh perangkat sensor, alarm, dan CCTV akan dihubungkan dalam satu jaringan terintegrasi yang membutuhkan perlindungan siber tingkat tinggi.

Operasi Nusantara Mahakam: Preemtif, Preventif, dan Penegakan Hukum

Pengamanan IKN juga diperkuat melalui Operasi Nusantara Mahakam, operasi khusus Polri yang menempatkan 172 personel pada berbagai satuan tugas.
Operasi ini berfokus pada:

  • Pengamanan KIPP
  • Jalur distribusi darat–laut
  • Pelabuhan logistik
  • Pencegahan kriminalitas berkategori konvensional

Operasi ini dijalankan melalui tiga pendekatan strategis:

  1. Preemtif, yakni pembinaan dan pencegahan berbasis edukasi.
  2. Preventif, berupa patroli, pemeriksaan lapangan, dan pengawasan kawasan vital.
  3. Represif, yaitu penegakan hukum terhadap pelanggaran dan kriminalitas.

Hal ini sejalan dengan komitmen Polri menjadikan IKN sebagai kawasan yang aman, ramah, dan modern.

Penguatan Ekosistem Keamanan Menuju 2028

Kemenko Polkam menegaskan bahwa penguatan ekosistem keamanan merupakan bagian penting dalam menyongsong tahun 2028, saat IKN ditargetkan resmi berfungsi sebagai pusat pemerintahan.
Dengan demikian, keamanan tidak boleh hanya mengandalkan personel, tetapi harus diperkuat secara sistemik melalui:

  • Integrasi sistem pemantauan
  • Manajemen data terpadu
  • Teknologi keamanan cerdas
  • Tata kelola yang akuntabel
  • Peningkatan kapasitas aparat
  • Kolaborasi lintas lembaga

Brigjen Pol Hery Sasongko menegaskan, “Pembangunan IKN harus diimbangi dengan keamanan yang terukur dan modern. Setiap potensi kerawanan harus kita pastikan tertangani melalui sistem yang terintegrasi dan personel yang siap di lapangan.”

Harapan: IKN Menjadi Kota Aman, Modern, dan Berkelanjutan

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap IKN menjadi kota masa depan yang tidak hanya mengusung konsep smart city dan green city, tetapi juga secure city.
Keberhasilan penguatan sistem keamanan akan menentukan daya tarik IKN sebagai pusat pemerintahan, pusat investasi, dan wilayah pertumbuhan baru.

Dengan koordinasi lintas lembaga yang semakin solid, sistem keamanan yang canggih, serta SDM terlatih, Ibu Kota Nusantara diharapkan tumbuh sebagai kota yang aman, modern, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi ikon transformasi Indonesia menuju negara maju.***(SB)

SupersemarNewsTeam