Konvoi kendaraan militer Rusia yang membawa rudal balistik antarbenua ditampilkan sebagai simbol kekuatan senjata nuklir, sejalan dengan peringatan Rosatom tentang ancaman kolosal terhadap kedaulatan negara. (sumber foto : Newsweek.com).

SUPERSEMAR NEWS – Kepala badan energi atom Rusia, Rosatom, Alexey Likhachev, memperingatkan adanya “ancaman kolosal” terhadap negaranya. Ia menegaskan Rusia harus terus memperkuat senjata nuklir sebagai tameng sekaligus pedang kedaulatan.

Rosatom Sebut Ancaman Kedaulatan Rusia

Likhachev menyatakan, situasi geopolitik saat ini menempatkan Rusia dalam kondisi genting. “Perisai nuklir, yang juga menjadi pedang, adalah jaminan kedaulatan kami. Perisai ini harus terus ditingkatkan dalam beberapa tahun ke depan,” katanya dikutip dari RIA Novosti.

Ketegangan Rusia dan NATO

Ketegangan nuklir meningkat sejak invasi Rusia ke Ukraina. NATO dan Amerika Serikat memperkuat aliansinya, sementara Rusia terus memperbarui arsenal nuklirnya.

Baca juga: Sejarah GAM Aceh dan Perjanjian Helsinki 2005

Modernisasi Senjata Nuklir Rusia

Rusia memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia. Moskow juga mengembangkan rudal hipersonik yang diklaim mampu menembus sistem pertahanan udara Barat.

Baca juga: Gempa Karawang Magnitudo 4,9 Guncang Jawa Barat

AS Kembangkan Perisai Rudal Luar Angkasa

Sementara itu, Amerika Serikat tengah membangun sistem pertahanan rudal berbasis luar angkasa yang disebut “Golden Dome”. Program ini pernah disoroti oleh mantan Presiden Donald Trump.

SupersemarNewsTeam Sumber : Newsweek.com