Polisi Bongkar Akun Medsos Pemicu Aksi Anarkistis Pelajar

- Jurnalis

Selasa, 2 September 2025 - 17:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Polisi memaparkan bukti kasus akun media sosial pemicu aksi anarkistis, dengan menghadirkan keterangan resmi dari tim reserse dan humas.

SUPERSEMAR NEWS – Jakarta – Polisi akhirnya mengungkap sejumlah akun media sosial yang diduga kuat menjadi pemicu aksi anarkistis dalam beberapa unjuk rasa terakhir. Hal ini disampaikan pada Selasa (2/9/2025).

Akun Medsos Sebarkan Provokasi

Menurut keterangan aparat, akun-akun tersebut menyebarkan narasi provokatif yang menyasar pelajar. Konten itu mendorong mereka turun ke jalan hingga terlibat dalam tindakan anarkis.

“Dimulai dari tersangka FL yang melakukan siaran langsung di akun TikTok. Live tersebut ditonton hingga 10 juta kali, sehingga menarik banyak anak-anak untuk ikut aksi,” ungkap polisi.

Baca Juga :  Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masih Butuh Retrofit, Disesuaikan dengan Kebutuhan TNI AL

Selain itu, sejumlah akun Instagram juga ditemukan menyebarkan ajakan turun aksi sejak 25 Agustus 2025.

Ratusan Pelajar Diamankan

Pada 25 Agustus, aparat mengamankan 337 massa, mayoritas pelajar. Namun, sebagian kembali turun aksi pada 28 Agustus setelah terpengaruh konten ajakan yang tersebar.

“Setelah pengamanan, kami menemukan akun-akun yang menyebarkan flayer digital untuk menarik anak-anak. Bahkan ada grup WhatsApp yang membagikan tutorial pembuatan bom molotov,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Jaringan Koordinator Terungkap

Dari hasil analisis digital forensik, polisi menemukan seorang tersangka dijuluki Profesor R. Ia berperan sebagai koordinator logistik bahan molotov sekaligus menentukan titik distribusi.

“Ada kolaborasi antar akun. Sebagian memberi ajakan, sebagian lain memberi dukungan, bahkan ada yang menyediakan logistik. Ribuan grup WA masih kami analisis,” tambahnya.

Pesan Redaksi

Setiap warga negara berhak menyuarakan pendapatnya. Namun, kebebasan berpendapat harus dilakukan secara damai, tertib, dan jangan terprovokasi melakukan perusakan maupun penjarahan.

SupersemarNewsTeam
Reporter:
R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru