Polisi memaparkan bukti kasus akun media sosial pemicu aksi anarkistis, dengan menghadirkan keterangan resmi dari tim reserse dan humas.

SUPERSEMAR NEWS – Jakarta – Polisi akhirnya mengungkap sejumlah akun media sosial yang diduga kuat menjadi pemicu aksi anarkistis dalam beberapa unjuk rasa terakhir. Hal ini disampaikan pada Selasa (2/9/2025).

Akun Medsos Sebarkan Provokasi

Menurut keterangan aparat, akun-akun tersebut menyebarkan narasi provokatif yang menyasar pelajar. Konten itu mendorong mereka turun ke jalan hingga terlibat dalam tindakan anarkis.

“Dimulai dari tersangka FL yang melakukan siaran langsung di akun TikTok. Live tersebut ditonton hingga 10 juta kali, sehingga menarik banyak anak-anak untuk ikut aksi,” ungkap polisi.

Selain itu, sejumlah akun Instagram juga ditemukan menyebarkan ajakan turun aksi sejak 25 Agustus 2025.

Ratusan Pelajar Diamankan

Pada 25 Agustus, aparat mengamankan 337 massa, mayoritas pelajar. Namun, sebagian kembali turun aksi pada 28 Agustus setelah terpengaruh konten ajakan yang tersebar.

“Setelah pengamanan, kami menemukan akun-akun yang menyebarkan flayer digital untuk menarik anak-anak. Bahkan ada grup WhatsApp yang membagikan tutorial pembuatan bom molotov,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.

Jaringan Koordinator Terungkap

Dari hasil analisis digital forensik, polisi menemukan seorang tersangka dijuluki Profesor R. Ia berperan sebagai koordinator logistik bahan molotov sekaligus menentukan titik distribusi.

“Ada kolaborasi antar akun. Sebagian memberi ajakan, sebagian lain memberi dukungan, bahkan ada yang menyediakan logistik. Ribuan grup WA masih kami analisis,” tambahnya.

Pesan Redaksi

Setiap warga negara berhak menyuarakan pendapatnya. Namun, kebebasan berpendapat harus dilakukan secara damai, tertib, dan jangan terprovokasi melakukan perusakan maupun penjarahan.

SupersemarNewsTeam
Reporter:
R/Rifay Marzuki