
Momentum ini tepat, lagi banjir. Kita harus bencana dulu baru sadar,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berdialog dengan perwakilan Walhi Jawa Barat di tengah proses pembongkaran dan penanaman pohon di Hibisc Puncak Bogor.
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyegel dan membongkar bangunan ilegal di komplek wisata Hibisc Puncak Bogor. Sebanyak 25 bangunan yang melanggar peraturan tengah dalam proses pembongkaran.
Setelah itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana merevitalisasi lahan dengan menanam pohon hutan. Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat telah menyiapkan 23 ribu bibit pohon untuk ditanam di lahan seluas 23 hektar.
“Seribu pohon per hektar, jadi 23.000 tanaman,” kata Dedi Mulyadi.
Selain itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Adhi Nurul Hadi, memastikan akan menanam tiga jenis pohon endemik, yaitu rasamala, puspa, dan jamuju.
“Yang endemik akan ditanam,” ungkap Adhi.
Dedi Mulyadi menekankan pentingnya menjaga pohon yang sudah ditanam, terutama di tengah kondisi bencana banjir.
“Momentum ini tepat, lagi banjir. Kita harus bencana dulu baru sadar,” ujarnya.
Selanjutnya, Dedi bertemu dengan perwakilan Walhi Jawa Barat saat proses pembongkaran dan penanaman di Hibisc. Dia juga berencana mengundang semua stakeholder di Kabupaten Bogor untuk mengevaluasi tata ruang Jawa Barat.
“Setelah itu, kita akan mengevaluasi tata ruang se-Jawa Barat,” kata Dedi.
Gubernur Dedi menyebut pihaknya akan melibatkan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menganalisis tata ruang Jawa Barat. Hasil riset ini nantinya akan menjadi acuan bagi pemerintah kota dan kabupaten.
“Yang mengerjakan orang ITB. Nanti berdasarkan riset itu, diikuti kabupaten atau kota,” pungkasnya.
SupersemarNewsTeam
SanggaBuana
