Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara lantang di Pentagon, membela klaim Trump soal serangan ke fasilitas nuklir Fordow Iran meski tanpa bukti baru.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Pentagon mengungkap detil baru serangan ke Iran, namun belum menyajikan bukti kuat bahwa fasilitas nuklir Fordow telah “dihancurkan total” seperti klaim Presiden Donald Trump.

Klaim Trump Jadi Sorotan

Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam konferensi pers justru menegaskan kemarahan terhadap media yang menuntut bukti. Ia menuduh pers mengabaikan keberhasilan Trump meyakinkan NATO meningkatkan anggaran pertahanan hingga 5% PDB pada 2035. Padahal, klaim ini telah banyak diberitakan, namun justru tertutup oleh kontroversi soal Iran.

Penjelasan Teknis dari Militer

Jenderal Dan Caine, pejabat militer tertinggi, menjelaskan bahwa dua ahli dari Defense Threat Reduction Agency (DTRA) telah mempelajari situs Fordow selama 15 tahun. Mereka merancang serangan presisi menggunakan bom bunker buster melalui ventilasi bawah tanah.

Caine menyebut seluruh bom yang dijatuhkan pesawat B-2 mengenai target dan berfungsi sesuai rencana. Ia juga memutar rekaman uji coba senjata penghancur bunker. Meski begitu, Caine tak menyebutkan hasil serangan ke fasilitas Natanz dan Isfahan.

Evaluasi Masih Berlangsung

Caine menyarankan publik menunggu hasil evaluasi kerusakan secara menyeluruh. Namun, justru klaim Trump yang terburu-buru menyebut Fordow “dihancurkan total” menjadi penyebab badai politik ini muncul.

Kesimpulan

Tanpa bukti baru, publik diminta bersabar menanti hasil penyelidikan lebih lanjut. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi apakah fasilitas nuklir Fordow benar-benar lumpuh total.

SupersemarNewsTeam
Sumber :
CNN
SanggaBuana