Strategi Cadangan Pangan Nasional untuk Antisipasi Perang dan Jaga Ketahanan Indonesia

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 05:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ilustrasi : Stadion berkapasitas besar ini diusulkan sebagai lokasi strategis penyimpanan cadangan pangan nasional darurat untuk mendukung distribusi cepat saat krisis atau perang.

SUPERSEMAR NEWS – Kolonel Laut (KH) Sunarto, S.T., M.AP, memaparkan gagasan strategis tentang cadangan pangan nasional untuk mengantisipasi ancaman perang dan memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kolonel Laut (KH) Sunarto, S.T., M.AP., perwira TNI AL dengan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya untuk bangsa.

Indonesia sebagai Negara Agraris

Indonesia memiliki iklim tropis dengan dua musim yang mendukung produksi pertanian beragam dan berkualitas. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai negara agraris di mana sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Sektor pertanian berperan penting sebagai sumber devisa, pemasok pangan, dan penopang kebutuhan pokok masyarakat.

Dalam UU RI Nomor 7 Tahun 1996 disebutkan bahwa pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang paling hakiki. Di Indonesia, beras menjadi makanan pokok mayoritas penduduk dengan konsumsi mencapai 25,3 juta metrik ton per tahun, menjadikan negara ini peringkat keempat konsumsi beras terbesar di dunia.

Ancaman Perang dan Pentingnya Cadangan Pangan

Perang di berbagai belahan dunia, seperti konflik Rusia–Ukraina dan krisis di Gaza, menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Menurut Sunarto, walaupun kemungkinan perang di Indonesia kecil, antisipasi harus dilakukan sejak dini. Salah satu langkah strategis adalah membangun cadangan pangan nasional yang merata di 38 provinsi sesuai jumlah penduduk masing-masing.

Baca Juga :  Pakde Slamet: 10 Tahun Bersama Tukul Arwana, Ini Pelajaran Hidupnya!

Konsep Swasembada dan Distribusi Pangan

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI terus mendorong swasembada pangan. Keberhasilan swasembada akan menjamin harga pangan tetap terjangkau dan stok beras aman. Cadangan pangan nasional disarankan berbeda dari stok Bulog, namun saling terintegrasi.

Distribusi dilakukan secara merata, termasuk untuk daerah yang mengonsumsi pangan non-beras seperti Papua, Manado, dan Ambon. Stok disimpan selama satu tahun, lalu dikeluarkan ke gudang Bulog, dan diganti dengan hasil panen terbaru agar cadangan tetap terjaga.

Lokasi Penyimpanan Cadangan Pangan

Sunarto mengusulkan dua lokasi strategis untuk penyimpanan cadangan pangan darurat:

  1. Stadion atau sarana olahraga besar – sebagai lokasi penyimpanan cadangan pangan darurat, memanfaatkan aset negara yang luas, strategis, dan mudah diakses.
  2. Bandara atau pelabuhan laut – dinilai ideal karena memiliki gudang besar dan jalur distribusi yang memadai. Dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, negara tidak perlu melakukan pembebasan lahan baru, sehingga anggaran dapat digunakan secara efisien.
Baca Juga :  Polres Jakbar Bongkar Sindikat Tembakau Sintetis, Cairan Narkotika Bisa Disemprot ke Rokok Biasa

Perhitungan Kebutuhan Cadangan Pangan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah penduduk Indonesia mencapai 284,44 juta jiwa. Kebutuhan beras per orang adalah 0,31 kg per hari. Untuk cadangan setahun, dibutuhkan 31,74 juta ton beras. Jika pemerintah menabung setiap bulan, perlu disimpan 2,645 juta ton beras di seluruh provinsi.

Produksi Beras Nasional dan Optimisme Swasembada

Produksi beras Indonesia pada Januari–Mei 2025 diperkirakan mencapai 16,62 juta ton, naik 12,40% dibanding periode sama tahun lalu. Surplus beras 2,5 juta ton pada awal 2025 menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Melihat tren produksi, Sunarto optimis cadangan pangan nasional dapat terpenuhi secara bertahap. Skema penimbunan bulanan akan memastikan kesiapan pangan jika perang berkepanjangan terjadi.

Kesimpulan dan Saran

Sunarto menekankan pentingnya:

  • Meningkatkan produktivitas beras dalam negeri dan mengurangi impor.
  • Membuka lahan pertanian baru di berbagai wilayah.
  • Menyusun SOP darurat nasional untuk menghadapi krisis.
  • Melakukan simulasi darurat perang secara berkala di seluruh provinsi.

Menurutnya, kesiapan cadangan pangan adalah wujud nyata cinta tanah air dan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia dalam menjaga kedaulatan bangsa.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana
Penulis : Kolonel Laut (KH) Sunarto, S. T., M. AP

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
PSYCHIC FEVER dan Album DIFFERENT: 10 Lagu, Satu Identitas
KPK Tetapkan Adik Eks Kepala BNPB Tersangka Main Proyek Dana Bencana
Erick Thohir Dorong Car Free Day Hadir di Seluruh Daerah
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem

Berita Terbaru