Transformasi Projo: Budi Arie Tegaskan Bukan Pro Jokowi

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 19:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dalam Kongres III Projo, Budi Arie Setiadi menegaskan arah baru organisasi dengan menegaskan bahwa Projo bukan Pro Jokowi, melainkan gerakan rakyat mandiri yang siap bertransformasi mendukung kepemimpinan nasional.

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menegaskan arah baru organisasi melalui transformasi besar pada periode 2025–2030. Dalam Kongres III Projo yang digelar di Hotel Grand Sahid Jakarta, Minggu (2/11/2025), ia dilantik kembali sebagai ketua umum secara aklamasi oleh seluruh peserta kongres yang dipimpin oleh Freddy Damanik.

Transformasi dan Perubahan Arah Projo

Dalam pidatonya, Budi Arie menyampaikan rencana strategis organisasi untuk melakukan transformasi menyeluruh, termasuk mengubah logo Projo agar tidak lagi menampilkan wajah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Ia menjelaskan bahwa langkah ini bukan bentuk pemutusan hubungan, melainkan penegasan jati diri organisasi.

“Projo bukan singkatan dari Pro Jokowi, melainkan berasal dari bahasa Sanskerta dan Jawa Kawi,” tegas Budi Arie dalam pidatonya.

Transformasi ini dimaksudkan untuk menegaskan bahwa Projo tidak mengultuskan individu tertentu, melainkan menjunjung semangat kerakyatan dan kemandirian politik.

Baca Juga :  33 Tahun Berlalu, Reuni Alumni Teknik Elektro Universitas Pancasila Jadi Ajang Merawat Silaturahmi

Tetap Menjalin Hubungan Baik dengan Jokowi

Meski mengalami perubahan identitas visual, Budi Arie menegaskan bahwa hubungan Projo dengan Jokowi tetap terjalin baik.
Ia meminta publik tidak menilai transformasi ini sebagai langkah menjauh dari sosok yang menjadi inspirasi lahirnya organisasi.

Menurutnya, komunikasi antara Jokowi dan jajaran Projo masih berjalan lancar hingga kini.
“Sejarah lahirnya Projo tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan Jokowi. Namun sekarang kami bertransformasi agar semangatnya lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menyesuaikan Diri di Era Prabowo-Gibran

Seiring berakhirnya sepuluh tahun kepemimpinan Jokowi, Projo kini menyesuaikan diri dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Budi Arie menegaskan bahwa komitmen Projo tetap fokus pada program-program kerakyatan yang berpihak pada masyarakat.

“Kami akan mendukung penuh agenda pemerintah untuk memperkuat kesejahteraan rakyat, memperluas lapangan kerja, dan menjaga kedaulatan ekonomi nasional,” ujar Budi tegas.

Transformasi ini, lanjutnya, menjadi langkah penting agar Projo tetap relevan dan berperan aktif di tengah dinamika politik nasional.

Baca Juga :  Dua Pria di Banjarmasin Ditangkap Diduga Bawa Ratusan Obat Zenith dan Sajam

Projo Sebagai Gerakan Rakyat Mandiri

Dengan arah baru tersebut, Projo ingin menegaskan dirinya sebagai gerakan rakyat yang mandiri, bukan sekadar pendukung politik figur tertentu.
Semangat perubahan ini diharapkan mampu memperkuat basis akar rumput dan memperluas peran sosial politik Projo di seluruh Indonesia.

“Projo akan tetap menjadi wadah perjuangan rakyat, mengawal cita-cita pembangunan bangsa,” kata Budi Arie menutup sambutannya di depan peserta kongres.

Kesimpulan

Transformasi Projo di bawah kepemimpinan Budi Arie Setiadi menandai era baru organisasi relawan terbesar era Jokowi.
Dengan tetap menjaga hubungan baik dengan Jokowi dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, Projo kini menatap masa depan dengan semangat kebangsaan yang lebih luas dan inklusif.

SupersemarNewsTeam
Reporter: R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis
PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat
Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka
Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan
Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi
Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu
Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit, 31 Orang Diamankan
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 00:00 WIB

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 23:51 WIB

PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka

Kamis, 5 November 2026 - 23:19 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan

Kamis, 5 November 2026 - 23:04 WIB

Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu

Berita Terbaru