Tim Gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan untuk mengevakuasi korban tanah longsor di kawasan Puncak, Megamendung – Foto: BPBD Kabupaten Bogor.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Bencana longsor di Puncak Bogor kembali menelan korban jiwa. Dari 9 korban, tim gabungan berhasil menyelamatkan 3 orang. Empat korban ditemukan tewas, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.

Korban Masih Hilang
Ketua Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, menyebut dua korban yang belum ditemukan berasal dari Desa Cipayung Girang, Megamendung dan Desa Cilember, Cisarua. Mereka diduga terbawa arus banjir saat kejadian.

“Pencarian melibatkan BPBD, Damkar, TNI, Polri, Tagana, Satpol PP, dan Dinkes,” ujarnya, Minggu (6/7/2025).

“Pencarian melibatkan BPBD, Damkar, TNI, Polri, Tagana, Satpol PP, dan Dinkes,” ujarnya, Minggu (6/7/2025).

Sebaran Korban dan Lokasi
Megamendung mencatat 4 kejadian longsor, tertinggi dari 11 kecamatan terdampak. Namun, dari sisi jumlah korban, Cisarua paling parah dengan 6 korban tertimbun. Satu santri bernama Muhammad Resa (22) dari Cianjur ditemukan di Kampung Rawa Sedak, Megamendung, dan sudah dibawa ke rumah duka.

Sementara di Kampung Sukatani, Tugu Utara, Cisarua, 3 dari 6 korban berhasil ditemukan, namun identitas belum lengkap.

Total Bencana di Kawasan Puncak
Hingga Minggu dini hari, BPBD mencatat 18 bencana di kawasan Puncak Bogor: 12 longsor, 4 banjir, dan 1 angin kencang. Wilayah terdampak meliputi Megamendung, Cisarua, Caringin, Cijeruk, Tamansari, Rancabungur, Ciampea, Sukamakmur, Tenjolaya, Ciawi, dan Dramaga.

Kawasan Puncak yang menjadi favorit wisatawan kini menjadi fokus penanganan darurat. BPBD mengimbau warga dan wisatawan tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana