Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat 2 Maret 2026 — Dugaan, Fakta & Jejak Kiprah

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 03:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Jenderal (Purn) H Try Sutrisno, yang menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 pada era Sketch of Orde Baru Era, 1973–1998, telah wafat pada pagi ini, 2 Maret 2026, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pukul 06:58 WIB menurut kabar resmi keluarga yang beredar pukul 08:30 WIB. Jenazah almarhum saat ini telah dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta No. 6, Menteng, Jakarta Pusat.

Berita ini menjadi salah satu momen duka terpenting bagi pemerintahan Orde Baru dan generasi politik Indonesia, di mana Try Sutrisno dikenal sebagai sosok militer dan negarawan yang menjunjung tinggi persatuan bangsa, profesionalisme TNI, dan stabilitas nasional.

Jejak Karier sang Pejabat Negeri

Jenderal (Purn) H Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 dan merupakan alumnus dari Akademi Militer TNI AD. Ia dikenal luas sebagai salah satu pemimpin militer Indonesia yang memiliki pengaruh signifikan pada akhir era Orde Baru.

Dalam catatan sejarah:

  • Panglima TNI
    Try Sutrisno pernah menjabat sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebelum kemudian dilantik sebagai Wakil Presiden RI.
  • Wakil Presiden RI (1993–1998)
    Ia menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998, mendampingi Presiden Soeharto — satu masa yang penuh dinamika politik, ekonomi, dan kebijakan publik.
Baca Juga :  Port FC vs Persib: Maung Bandung Menang Dramatis 3-1

Peran Try Sutrisno di pemerintahan Orde Baru sering dikaitkan dengan upaya menjaga stabilitas nasional, hubungan antar lembaga, dan modernisasi pertahanan negara.

Kronologi Kabar Kematian dan Respon Publik

Pada pagi hari terjadinya peristiwa — 2 Maret 2026 pukul 06:58 WIB — sejumlah media nasional dan jejaring komunitas independen mulai menyebarkan informasi tentang wafatnya Try Sutrisno, kemudian dikonfirmasi oleh keluarga terdekat dan pihak rumah sakit.

Sejumlah netizen di platform berita daring juga langsung menanggapi berita ini dengan ucapan duka cita, harapan doa, dan refleksi atas kontribusi Try Sutrisno dalam panggung nasional.

Kontribusi & Warisan yang Tinggal

Try Sutrisno bukan sekadar figur militer— ia adalah bagian dari babak besar sejarah Indonesia. Selama masa jabatannya sebagai Wakil Presiden, ia berada di tengah kepemimpinan nasional saat tantangan ekonomi dan kebijakan domestik mengalami perubahan besar menuju era reformasi.

Beberapa warisan penting Try Sutrisno mencakup:

  • Penguatan hubungan sipil-militer
  • Kebijakan pertahanan yang menekankan profesionalisme TNI
  • Keterlibatan dalam forum legislatif dan kebijakan tingkat tinggi
  • Representasi Indonesia dalam berbagai forum internasional militer dan pemerintahan.
Baca Juga :  PSYCHIC FEVER dan Album DIFFERENT: 10 Lagu, Satu Identitas

Proses Pemakaman & Ucapan Duka Cita

Jenazah almarhum akan disemayamkan di kediaman duka, Jl. Purwakarta No.6, Menteng, Jakarta Pusat, sebelum kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman sesuai adat keluarga dan keagamaan. Doa bersama serta penghormatan negara kemungkinan akan dilaksanakan oleh pemerintah dan TNI dalam waktu dekat.

Keluarga besar SuperSemar News & SuperSemar Law Firm menyampaikan:

“Kami menyampaikan ucapan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Jenderal (Purn) Try Sutrisno.
Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan. Aamiin.”

Relevansi dan Dampak Kematian Tokoh Nasional

Kabar meninggalnya Try Sutrisno diperkirakan akan memicu refleksi nasional terhadap:

🔹 Peran militer dalam demokrasi Indonesia
🔹 Transition politik pasca-Orde Baru
🔹 Sejarah kepemimpinan di era modern Indonesia

Masih banyak aspek historis dari masa jabatan beliau yang perlu dikaji lebih dalam, termasuk wawasan akademik, politik, dan kebijakan publik era 1990-an.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru