Peneliti ungkap kaitan pekerjaan dengan risiko alzheimer

- Jurnalis

Kamis, 19 Desember 2024 - 21:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Para peneliti dalam studi baru mengungkapkan kaitan pekerjaan-pekerjaan tertentu dengan risiko kematian yang lebih rendah akibat alzheimer, penyakit yang melemahkan daya ingat.

Menurut hasil studi yang dikutip dalam siaran Medical Daily pada Rabu (18/12), orang-orang dengan pekerjaan yang membutuhkan navigasi konstan seperti mengemudikan taksi dan ambulans memiliki risiko lebih rendah meninggal karena alzheimer.

Dalam studi yang hasilnya dipublikasikan di BMJ itu, para peneliti memeriksa hampir sembilan juta orang dalam 443 profesi yang meninggal antara tahun 2020 dan 2022 untuk memahami efek perlindungan dari pekerjaan tertentu terhadap alzheimer.

Dari kelompok studi ini, ada sekitar 3,88 persen atau 348.000 orang yang meninggal karena penyakit alzheimer.

Namun, para peneliti mencatat hanya ada 1,03 persen pengemudi taksi dan 0,74 persen pengemudi ambulans yang meninggal akibat penyakit tersebut.

Salah satu kemungkinan penjelasan dari temuan ini adalah bahwa pekerjaan seperti mengemudi memerlukan pemikiran spasial dan navigasi secara real-time. Hal ini dapat menyebabkan perubahan pada otak, khususnya di area seperti hipokampus, yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit alzheimer.

Namun, para peneliti mengingatkan bahwa temuan ini berasal dari studi observasional, yang berarti mereka tidak dapat menafsirkan hubungan sebab-akibat langsung antara pekerjaan tertentu dan penurunan risiko penyakit alzheimer atau perubahan neurologis di hipokampus.

“Kami melihat temuan ini bukan sebagai sesuatu yang konklusif, tetapi sebagai pembangkit hipotesis,” kata mereka.

Para peneliti menyampaikan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyimpulkan secara definitif apakah kerja kognitif spasial yang diperlukan dalam pekerjaan mempengaruhi risiko kematian akibat penyakit alzheimer dan apakah aktivitas kognitif apapun punya potensi pencegahan.

Direktur Centre for Discovery Brain SciencesUniversity of Edinburgh dan Presiden British Neuroscience Association Prof. Tara Spires-Jones percaya temuan studi ini menambah bukti yang berkembang bahwa membangun ketahanan otak dapat membantu mengurangi risiko alzheimer.

Namun, ia mengingatkan bahwa data dari studi tersebut tidak memungkinkan pembuatan kesimpulan pasti tentang efek perlindungan terhadap alzheimer dari pekerjaan tertentu.

“Ada kemungkinan orang-orang yang berisiko lebih tinggi terkena alzheimer tidak memilih pekerjaan mengemudi yang membutuhkan banyak memori, yang disebut ‘bias seleksi’,” katanya.

Selain itu, usia kematian rata-rata pengemudi taksi dan ambulans antara 64 dan 67 tahun sedangkan orang-orang dengan bidang kerja yang lain 74 tahun.

“Karena alzheimer biasanya berkembang setelah usia 65 tahun, ada kemungkinan pengemudi ini mengalami penyakit tersebut jika mereka hidup lebih lama,” kata Prof. Tara Spires-Jones.

​​​​​​Baca juga: Pekerjaan fisik tingkat tinggi tingkatkan risiko gangguan kognitif

Baca juga: BPJS temukan kenaikan kasus demensia dan alzheimer hingga 87 persen

(Antara)(SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi
PFI Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian!
Speedboat Hilang di Selat Sunda, 7 Jurnalis Dalam Pencarian
Maxim Bagikan 1.000 Masker, Ahmad Sofian Peduli Kabut Asap
Api Berhenti di Batas Sawit, Kebetulan atau Pola?
Emma Rivilla Soroti Kabut Asap Kalsel dan Anggaran Dinas
Ketum HIPMAPI TAUBAT H.M. Gunther Gemparalam bersama jajaran DPP membentuk SATGAS dan sekaligus mengukuhkan Dr. Sumitro Tenggara S. H., Sebagai Dan Satgas Pokja DAS
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:26 WIB

Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi

Jumat, 11 September 2026 - 16:04 WIB

PFI Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 14:09 WIB

5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian!

Selasa, 8 September 2026 - 12:01 WIB

Speedboat Hilang di Selat Sunda, 7 Jurnalis Dalam Pencarian

Jumat, 4 September 2026 - 09:26 WIB

Maxim Bagikan 1.000 Masker, Ahmad Sofian Peduli Kabut Asap

Berita Terbaru

Berita utama

Kapolri ungkap 243 orang dan 13 korporasi jadi tersangka karhutla

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:09 WIB

Berita utama

Kemegahan Masjid Apung Ancol, Salat dengan View Laut

Sabtu, 24 Okt 2026 - 09:58 WIB