Stasiun Palmerah Ditutup Imbas Demo DPR Ricuh 25 Agustus

- Jurnalis

Senin, 25 Agustus 2025 - 16:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ratusan penumpang KRL terlantar di Stasiun Palmerah usai demo DPR ricuh, jalur kereta ditutup total hingga menunggu tanpa kepastian keberangkatan.

SUPERSEMAR NEWS – Kericuhan demo DPR pada Senin (25/8/2025) sore berdampak besar pada Stasiun Palmerah. Jalur KRL Commuter Line ditutup total setelah massa aksi meluber hingga ke perlintasan kereta, membuat ratusan penumpang terlantar hingga tiga jam.

KRL Lumpuh, Penumpang Terlantar

Imbas bentrokan, KAI Commuter memutuskan menutup sementara lintas Tanah Abang – Palmerah. Akibatnya, perjalanan KRL dari arah Rangkasbitung hanya sampai Stasiun Kebayoran, sebelum kembali ke Serpong, Parung Panjang, hingga Rangkasbitung.

Baca Juga :  Respons Cepat Polsek Tambora, Polisi Selamatkan Pasutri Korban Insiden KDRT di Pekojan

“Mulai pukul 16.30 WIB, seluruh perjalanan Commuter Line tujuan Tanah Abang hanya sampai Stasiun Kebayoran,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus.

Pengamanan Diperketat

Untuk mengantisipasi eskalasi, KAI Commuter menurunkan 82 personel gabungan dari TNI/Polri. Sebanyak 26 personel ditempatkan di Stasiun Palmerah, 20 di Stasiun Sudirman, dan 36 di Stasiun Tanah Abang.

Selain itu, KAI juga menyiagakan mobil rescue, ambulans, dan tenaga medis. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan penumpang dan memastikan layanan tetap terkendali di tengah situasi darurat.

Imbauan untuk Penumpang

KAI meminta penumpang mencari alternatif stasiun lain, seperti Stasiun Kebayoran, demi keamanan. “Kami imbau pengguna Commuter Line mematuhi arahan petugas dan selalu mengutamakan keselamatan diri,” tambah Joni.

Baca Juga :  PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat

Penutupan Jalur Demi Keselamatan

Keputusan menutup jalur bukan tanpa alasan. Massa aksi dilaporkan memenuhi perlintasan kereta api di JPL 41, sebuah kondisi yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, perjalanan KRL lintas Tanah Abang – Palmerah dihentikan total hingga situasi kondusif.

KAI Commuter menegaskan akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memantau perkembangan. “Kami utamakan keselamatan penumpang dan perjalanan kereta,” tegas Joni.

Baca juga: Demo 25 Agustus di DPR Ricuh, Api dan Beton Jadi Simbol Perlawanan

SupersemarNewsTeam
Reporter:
R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis
PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat
Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka
Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan
Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi
Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu
Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit, 31 Orang Diamankan
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 00:00 WIB

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 23:51 WIB

PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka

Kamis, 5 November 2026 - 23:19 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan

Kamis, 5 November 2026 - 23:04 WIB

Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu

Berita Terbaru