Strategi SKK Migas Kejar Lifting 1 Juta Barel RI

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 13:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Nasruddin Tueka (Lemhannas RI Angkatan 52), bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam pertemuan strategis sektor energi di Jakarta, menyoroti pentingnya percepatan lifting migas nasional menuju 1 juta barel per hari di tengah dinamika geopolitik global Iran–AS–Israel dan tantangan ketahanan energi Indonesia.

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA, 18 April 2026 — Nasruddin Tueka, alumni Lemhannas RI Angkatan 52 yang fokus pada studi ekonomi dan isu-isu strategis, menilai bahwa eskalasi konflik global antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah mengubah lanskap geopolitik dan geoekonomi dunia secara signifikan. Dampak dari dinamika ini tidak hanya bersifat global, tetapi juga langsung memengaruhi sektor energi nasional Indonesia, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan minyak dan gas bumi (migas).

Di tengah tekanan tersebut, Indonesia menghadapi tantangan besar untuk mencapai target lifting nasional sebesar 1 juta barel per hari. Hingga saat ini, realisasi lifting masih berada di kisaran 610.000 barel per hari, menunjukkan adanya gap signifikan yang membutuhkan strategi terukur dan akseleratif.

Dalam analisisnya, Nasruddin menekankan bahwa kunci utama terletak pada penguatan strategi sektor hulu migas, terutama melalui optimalisasi peran SKK Migas dan fungsi Deputi Eksploitasi sebagai penggerak utama produksi nasional.

TEKANAN GEOPOLITIK DAN DAMPAKNYA PADA MIGAS

Konflik Iran–AS–Israel telah memicu ketidakpastian global yang berdampak langsung pada fluktuasi harga minyak dunia, rantai pasok energi, serta arah investasi global.

Selain itu, ketegangan ini menciptakan beberapa implikasi strategis:

  • Gangguan distribusi minyak global
  • Lonjakan harga energi
  • Ketidakpastian investasi sektor hulu migas
  • Perubahan arah kebijakan energi negara-negara besar
Baca Juga :  SATGAS YONIF 3 MARINIR PERSEMPIT RUANG GERAK KKB DI YAHUKIMO, PERKUAT STABILITAS KEAMANAN PAPUA PEGUNUNGAN

Akibatnya, Indonesia harus bergerak lebih cepat untuk memperkuat ketahanan energi domestik.

Nasruddin Tueka (Lemhannas RI Angkatan 52) bersama Nanang Abdul Manaf, (Ketua Satgas Lifting Migas), dalam pertemuan sektor energi di Jakarta, membahas strategi percepatan lifting migas nasional menuju target 1 juta barel per hari di tengah tekanan geopolitik global Iran–AS–Israel

GAP LIFTING NASIONAL: MASALAH STRUKTURAL

Saat ini, tantangan utama sektor hulu migas Indonesia bukan hanya soal target, tetapi juga persoalan struktural.

Sebagian besar lapangan migas nasional telah memasuki fase mature field atau sumur tua. Produksi alami mengalami penurunan, sementara investasi eksplorasi belum mampu mengimbangi laju penurunan tersebut.

Oleh karena itu, dibutuhkan strategi agresif berbasis:

  • Reaktivasi sumur tua
  • Enhanced Oil Recovery (EOR)
  • Optimalisasi fasilitas produksi
  • Efisiensi operasional

PERAN KRUSIAL DEPUTI EKSPLOITASI

Nasruddin menegaskan bahwa posisi Deputi Eksploitasi di SKK Migas merupakan titik sentral dalam menentukan keberhasilan target lifting nasional.

Ia menilai jabatan ini harus diisi oleh figur profesional yang memiliki:

  • Kompetensi teknis tinggi di bidang migas
  • Pengalaman lapangan yang kuat
  • Integritas dan akuntabilitas tinggi
  • Kemampuan manajerial strategis

“Optimalisasi produksi hanya bisa dicapai jika kepemimpinan teknis berada di tangan yang tepat,” tegasnya.

STRATEGI TEKNIS: REAKTIVASI DAN EFISIENSI

Dalam jangka pendek, strategi paling realistis adalah mengoptimalkan lapangan yang sudah ada.

Baca Juga :  KM Dorolonda Singgah Perdana di Pelabuhan Donggala, Perkuat Konektivitas Laut

Langkah-langkah yang perlu dilakukan meliputi:

1. Reaktivasi Sumur Tua

Sumur-sumur yang tidak produktif harus dihidupkan kembali dengan teknologi baru.

2. Optimalisasi MRO

Maintenance, Repair, and Operation harus diperkuat untuk menjaga keandalan fasilitas produksi.

3. Penguatan PoD (Plan of Development)

Setiap wilayah kerja harus memiliki rencana pengembangan yang realistis dan terukur.

INVESTASI: MENUNGGU KEBIJAKAN PROGRESIF

Di sisi lain, investor migas global masih menahan diri. Mereka menunggu kepastian regulasi dari pemerintah, khususnya dari Kementerian ESDM dan SKK Migas.

Beberapa isu yang menjadi perhatian investor antara lain:

  • Skema bagi hasil yang kompetitif
  • Kepastian hukum kontrak
  • Insentif fiskal
  • Kemudahan perizinan

Tanpa perbaikan kebijakan, target lifting akan sulit tercapai.

7 STRATEGI KUNCI KEJAR TARGET 1 JUTA BAREL

Nasruddin mengusulkan tujuh langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi migas nasional:

  1. Insentif Produksi
  2. Optimalisasi Brown Field
  3. Eksplorasi Giant Discovery
  4. Sinergi Eksploitasi–Eksplorasi
  5. Skema Predefined Area
  6. Kemitraan Investasi
  7. Transformasi SDM dan Teknologi

SDM MIGAS: FAKTOR PENENTU

Selain teknologi, faktor manusia menjadi kunci utama.

Indonesia membutuhkan SDM migas yang:

  • Berpengalaman internasional
  • Adaptif terhadap teknologi baru
  • Berintegritas tinggi
  • Mampu bekerja dalam kultur multinasional

Nasruddin juga menekankan pentingnya penerapan merit system dalam pengisian jabatan strategis sektor energi.

TKDN DAN KEMANDIRIAN ENERGI

Dalam jangka panjang, pemerintah didorong meningkatkan TKDN hingga 80% guna:

  • Mengurangi ketergantungan impor
  • Meningkatkan industri nasional
  • Menciptakan lapangan kerja
  • Memperkuat kemandirian energi
Nasruddin Tueka (Lemhannas RI Angkatan 52) dalam momen silaturahmi bersama Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, menegaskan pentingnya penguatan strategi sektor migas untuk mencapai target lifting 1 juta barel per hari di tengah tekanan geopolitik global dan tantangan ketahanan energi Indonesia.

SINERGI NASIONAL MENUJU KETAHANAN ENERGI

Target lifting 1 juta barel bukan sekadar angka, tetapi simbol kedaulatan energi Indonesia.

Keberhasilannya bergantung pada sinergi antara:

  • Pemerintah
  • SKK Migas
  • Kontraktor
  • Investor
  • SDM nasional

MOMENTUM ATAU KRISIS?

Indonesia kini berada di titik krusial.

Apakah mampu memanfaatkan momentum geopolitik untuk memperkuat sektor energi, atau justru semakin bergantung pada impor?

Menurut Nasruddin Tueka, jawabannya terletak pada keberanian dalam mengambil kebijakan strategis berbasis kepentingan nasional.

Jika dijalankan secara konsisten, target 1 juta barel per hari bukan hal mustahil.***(SB)

SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis
PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat
Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka
Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan
Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi
Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu
Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit, 31 Orang Diamankan
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 00:00 WIB

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 23:51 WIB

PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka

Kamis, 5 November 2026 - 23:19 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan

Kamis, 5 November 2026 - 23:04 WIB

Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu

Berita Terbaru