ARKO Kelola 6 PLTA dan 5 PLTS dengan Total Kapasitas 118,1 MW

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Supersemar News – PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) terus memperluas portofolio pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Perseroan kini memiliki portofolio yang terdiri dari enam proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan lima proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Total enam PLTA tersebut memiliki kapasitas 62,8 Megawatt (MW), sedangkan 5 proyek PLTS memiliki total kapasitas 55,3 MWp. Dengan demikian, ARKO saat ini memiliki total kapasitas terkontrak sebesar 118,1 MW.

Perseroan baru-baru ini mengumumkan penambahan tiga proyek PLTS dengan total kapasitas 34 MWp yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 28,3 MWh. Langkah strategis ini dilakukan setelah perseroan mengakuisisi dua proyek PLTS milik PT Endorshine Energy Solutions. Berbeda dengan dua proyek PLTS sebelumnya yang telah siap beroperasi, ketiga proyek ini akan dibangun dari tahap awal oleh ARKO.

Penambahan tiga proyek PLTS yang baru diperoleh melalui perjanjian operational lease dengan PT Batamindo Investment Cakrawala (BIC), PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), dan PT Bintan Resort Cakrawala (BRC). Transaksi dilakukan melalui PT Endorshine Energi Matahari (EEM), anak usaha ARKO yang berfokus pada pengembangan proyek PLTS.

Baca Juga :  Gala Premiere Memburu Pemangsa, Horor Crime Action Tayang

Dari lima proyek PLTS tersebut, tiga proyek yang diperoleh melalui perjanjian operational lease dengan BIC, BIIE, dan BRC akan dilengkapi BESS dengan total kapasitas 28,3 MWh. Teknologi ini memungkinkan listrik yang dihasilkan PLTS pada siang hari disimpan untuk digunakan ketika dibutuhkan, termasuk pada malam hari atau saat kondisi cuaca kurang mendukung.

Direktur PT Arkora Hydro Tbk, Ricky Hartono mengatakan, ekspansi tersebut menunjukkan strategi perseroan dalam memperluas portofolio pembangkit sekaligus meningkatkan kapabilitas di sektor energi surya. Untuk pertama kalinya, ARKO juga akan mengintegrasikan teknologi BESS dalam proyek PLTS yang dikembangkan.

“Kalau proyek PLTS pertama dan kedua yang baru saja kami akuisisi merupakan aset yang sudah siap beroperasi, kali ini kami akan membangun dari awal, serta, untuk pertama kalinya kami akan mengintegrasikan BESS ke proyek PLTS tersebut,” ujar Ricky dalam keterangan resmi, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga :  Pesan Ketua Dewan Ekonomi Nasional : Berikan Keteladanan dan Loyalitas

Menurut dia, pengembangan proyek tersebut merupakan bagian dari strategi pertumbuhan ARKO, baik secara organik maupun anorganik. Perseroan juga berupaya memperluas kontribusinya dalam penyediaan energi bersih sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan mitra usaha.

Selain portofolio yang telah memiliki kontrak, ARKO masih memiliki pipeline proyek EBT dengan total kapasitas lebih dari 300 MW. Pipeline tersebut menjadi ruang bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi pembangkit energi terbarukan di tengah agenda transisi energi nasional.

Dengan kombinasi portofolio PLTA dan PLTS serta mulai masuknya teknologi penyimpanan energi melalui BESS, ARKO semakin memperluas eksposurnya terhadap berbagai teknologi pembangkit EBT. Ekspansi tersebut juga diarahkan untuk mendukung target transisi energi dan pencapaian Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.

Sumber : IDXChannel

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA
Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada
Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli
Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau
Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan
Fakta-fakta OTT KPK di BNPB
Gerindra Respons Hasil Survei Evaluasi 2 Tahun Prabowo
Panglima Korpasgat Pimpin Upacara Purnabakti 26 Prajurit Korpasgat
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:47 WIB

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Berita utama

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:13 WIB