Tim Gabungan Terus Gempur Api yang Membakar Taman Tanjung Puting

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

KOBAR, Supersemar News — Seolah tak surut Personel Polres Kotawaringin Barat (Kobar) bersama tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Seperti yang dilaksanakan pihaknya pada Sabtu (24/10/2026), tampak seluruh tim gabungan bahu-membahu melokalisir kobaran api agar tidak meluas dan merusak ekosistem hutan tropis yang menjadi kebanggaan dunia tersebut.

Kapolres Kobar AKBP Joko Handono, menegaskan bahwa Polres Kobar bersama seluruh instansi terkait, masyarakat serta relawan berkomitmen penuh dalam menjaga kelestarian TNTP dari ancaman kebakaran.

“Kami telah mengerahkan personel tambahan dan berkoordinasi intensif dengan tim gabungan untuk memastikan api dapat dipadamkan secara total. Perlindungan terhadap kawasan taman nasional ini adalah prioritas utama demi menyelamatkan keanekaragaman hayati dan habitat asli orangutan dari kehancuran,” ujar Kapolres dalam keterangannya.

Baca Juga :  KRKT Desak DPRD Kalteng, Soroti 6 Isu Smart Board Hingga Anggaran Karhutla RP107 Miliar

Meskipun tim gabungan telah berupaya maksimal, proses pemadaman di lapangan menghadapi kendala yang sangat berat karena struktur lahan yang terbakar merupakan gambut tebal yang kering.

Karakteristik lahan gambut membuat api tidak hanya berkobar di permukaan, melainkan tertanam di bawah tanah hingga kedalaman tertentu. Hal ini menyebabkan kepulan asap tebal terus keluar dan memicu api kembali menyala sewaktu-waktu meskipun bagian atasnya terlihat sudah padam.

Baca Juga :  Klasemen Asian Para Games 2026: Indonesia Rebut Posisi 8 Lagi

Kondisi tersebut diperparah oleh hembusan angin kencang di lokasi kejadian yang membuat arah lidah api menjadi tidak menentu dan cepat meloncat ke vegetasi kering lainnya.

Selain itu, akses menuju titik api sangat terbatas dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, sehingga para petugas terpaksa berjalan kaki cukup jauh sambil memanggul peralatan pemadaman.

Minimnya sumber air terdekat di sekitar lokasi kebakaran juga memaksa tim mengandalkan tangki air portabel dan teknik penyekatan manual. (Fauji/Rs)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baharkam Polri Evakuasi Anak Beruang Madu Akibat Terdampak Karhutla di Kalteng
Masyarakat Waspada Pinjaman Online, Kabidhumas Polda Kalteng: Lindungi Data Pribadi
Karhutla! Polri Terjun Langsung Cek Keselamatan Orang Utan di Jantung Tanjung Puting
Kebakaran Dini Hari di Mahir Mahar, Tiga Rumah Terdampak dan Kerugian Ditaksir Rp350 juta
PDM MUHAMMADIYAH KOTIM RESMIKAN RUMAH OKSIGEN GRATIS, PERKUAT LAYANAN KEMANUSIAAN BAGI MASYARAKAT
Pelaksanaan Hinting Adat Di PT KHS Tumbang Jalemu, Kasus Sengketa Lahan Mido dan PT KHS Menuai Sorotan Publik.
10 Kapolda Akpol Senior dari Kapolri Jenderal Suyudi, Ada Teman Seangkatan Listyo Sigit Prabowo
Kapolri ungkap 243 orang dan 13 korporasi jadi tersangka karhutla
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Baharkam Polri Evakuasi Anak Beruang Madu Akibat Terdampak Karhutla di Kalteng

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Masyarakat Waspada Pinjaman Online, Kabidhumas Polda Kalteng: Lindungi Data Pribadi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Karhutla! Polri Terjun Langsung Cek Keselamatan Orang Utan di Jantung Tanjung Puting

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:47 WIB

Tim Gabungan Terus Gempur Api yang Membakar Taman Tanjung Puting

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Kebakaran Dini Hari di Mahir Mahar, Tiga Rumah Terdampak dan Kerugian Ditaksir Rp350 juta

Berita Terbaru

Berita utama

Tim Gabungan Terus Gempur Api yang Membakar Taman Tanjung Puting

Minggu, 25 Okt 2026 - 05:47 WIB