Masyarakat Desa Iwul Demostrasikan Keberatan Terhadap Penertiban SHGB

- Jurnalis

Sabtu, 2 November 2024 - 11:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Aksi demo warga Desa Iwul Parung di halaman kantor Pemkab Bogor.

BOGOR,Supersemar news– Aksi Protes ratusan warga Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pemerintah Kabupaten Bogor pada Jumat (01/11/2024).

Koordinator aksi, Zarkasih, menyatakan bahwa demonstrasi ini dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan masyarakat yang merasa tidak dilibatkan dalam penertiban Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) di lahan seluas 143 hektar, yang juga menjadi lokasi makam keluarga mereka.

Zarkasih menjelaskan, masyarakat tidak dilibatkan dalam proses penertiban SHGB meskipun lahan tersebut mengandung nilai historis dan kultural yang penting bagi mereka. “Tiba-tiba SHGB terbit, dan pengembang akan memindahkan makam secara sepihak,” katanya.

Baca Juga :  Arabic Camp Mustaqilli, Santri Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto Siap Go Global

Dampak Lingkungan yang Merugikan

Perubahan fungsi lahan menjadi pemukiman diprediksi akan berdampak negatif bagi warga. Zarkasih menekankan, penurunan debit air tanah dan kualitas udara menjadi masalah serius. “Lahan hijau ini adalah satu-satunya yang tersisa di Parung,” tambahnya, mengingat potensi krisis iklim akibat pengurangan area hijau.

Tindakan Pengembang yang Kontroversial

Zarkasih juga mengungkapkan tindakan pengembang yang dinilai kurang pantas, seperti merusak tanaman warga dan memasukkan alat berat tanpa izin. “Pohon singkong ribuan dihancurkan,” keluhnya. Masalah ini semakin diperparah dengan pengakuan pihak pengembang terhadap jalan nenek moyang yang sudah ada sejak lama.

Permintaan Penjelasan dan Bukti Hukum

Masyarakat mendesak agar pengembang menunjukkan bukti kepemilikan sah atas lahan yang mereka klaim. “Apakah SHGB terbit sesuai prosedur?” tegas Zarkasih. Ia menegaskan, meskipun mereka tidak memiliki surat tanah, masyarakat yakin bahwa lahan tersebut adalah milik mereka.

Baca Juga :  Enam Brigjen Bergeser ke Lemdiklat dalam Mutasi 424 Pati dan Pamen Polri

Zarkasih menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa jika pengembang dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengklaim tanah pemakaman sebagai milik SHGB, hal tersebut merupakan penghinaan bagi masyarakat. “Kami tidak mungkin memakamkan jenazah keluarga di tanah orang lain,” tutupnya.

Melalui aksi ini, warga Desa Iwul menuntut kejelasan mengenai status tanah yang mereka anggap sebagai warisan nenek moyang. Mereka berharap pemerintah dan pengembang dapat menghormati hak mereka atas lahan tersebut.

(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru