Bulog jamin beras bantuan pangan dan SPHP yang disalurkan tidak rusak

- Jurnalis

Minggu, 14 September 2025 - 20:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Perum Bulog menegaskan bahwa beras yang disalurkan kepada masyarakat, baik melalui bantuan pangan maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap dalam kondisi baik tanpa kerusakan atau turun mutu (disposal).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan stok beras di gudang Bulog tidak mungkin 100 persen bebas kerusakan. Namun, ia berani memastikan bahwa seluruh beras yang disalurkan dalam kualitas terbaik.

“Nggak ada (beras rusak disalurkan). Yang namanya gudang, nggak mungkin ada yang 100 persen tidak rusak,” ujar Rizal, di Jakarta, Minggu.

Baca Juga :  SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Rizal menyampaikan Bulog selalu melakukan pemeliharaan terhadap stok beras di gudang, mulai dari harian, mingguan, bulanan, hingga per semester. Pemeliharaan tersebut juga dilakukan secara bertingkat, bertahap, dan berlanjut, sehingga dapat memperoleh hasil yang optimal.

Bulog juga menerapkan sistem first in, first out (Fifo) dan First expired first out (Fefo) untuk memastikan rotasi stok berjalan baik.

Rizal menekankan apabila ditemukan penurunan kualitas, dilakukan langkah korektif berupa pemisahan, fumigasi ulang, hingga pengolahan dengan mesin pemilah modern.

“Kita jamin beras-beras kita ini betul-betul sehat, bersih, tidak berkutu dan tidak berkuman,” ujar Rizal menegaskan.

Baca Juga :  Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026

Terkait dengan keluhan beras SPHP dan bantuan yang dinilai kering atau pera, Rizal mengatakan bahwa hal tersebut berasal dari bibit atau varietas padi saat penanaman.

Bulog pun mendapatkan izin untuk melakukan pencampuran atau mixing beras untuk mendapatkan preferensi tertentu yang disukai oleh pasar.

“Karena kita kan harus mengikuti seleranya pasar. Pasarnya sukanya yang pulen, berarti kita harus campur dengan yang pulen. Pasar di Sumatera sukanya pera, oh berarti campur dengan banyakin yang peranya,” kata Rizal pula.

(Antara)( SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penyadapan Prabowo: Klaim Tiga Tersangka Disorot
Sengketa Ulayat Silaut: KAN Desak Buka HGU Nomor 08 ATR/BPN!
PEMIMPIN, PERUT RAKYAT, DAN UJIAN AKAL SEHAT BERNEGARA KINI!
SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA
Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026
HUT Ke-81 TNI, Purn TNI Deni Heryanto: Pengabdian Prajurit Harus Selalu Bersama Rakyat
HUT TNI ke-81: Yusuf dan Jhansen Tegaskan TNI Bersama Rakyat
Kapolri Suyudi Rotasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:14 WIB

Dugaan Penyadapan Prabowo: Klaim Tiga Tersangka Disorot

Minggu, 1 November 2026 - 18:32 WIB

Sengketa Ulayat Silaut: KAN Desak Buka HGU Nomor 08 ATR/BPN!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:31 WIB

PEMIMPIN, PERUT RAKYAT, DAN UJIAN AKAL SEHAT BERNEGARA KINI!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:47 WIB

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026

Berita Terbaru