Dedi Mulyadi Bangun Kampung Korban Banjir Bandang di Padang

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 08:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

KDM meminta Pemkot Padang menyiapkan lahan untuk membangun satu kampung khusus bagi warga yang kehilangan rumah akibat banjir bandang. Pembangunan kampung permanen ini menjadi langkah penting untuk memulihkan kehidupan masyarakat dan memastikan mereka kembali memiliki hunian yang layak dan aman.

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan komitmennya untuk membangun satu kampung permanen bagi warga terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat. Rencana tersebut disampaikan langsung saat ia mengunjungi para penyintas di sejumlah lokasi terdampak bencana pada Kamis, 4 Desember 2025. Menurutnya, bantuan struktural dan jangka panjang harus segera direalisasikan agar masyarakat tidak terus menerus tinggal di hunian darurat.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menjelaskan bahwa Pemkot Padang menyambut dengan sangat baik rencana pembangunan kampung tersebut karena menjadi harapan baru bagi ratusan keluarga yang kehilangan rumah akibat terjangan banjir bandang.

“Alhamdulillah, Pak KDM menyampaikan keinginannya untuk membangun satu kampung di sini. Kami sangat berterima kasih bila hal ini benar-benar terwujud,” ungkap Maigus Nasir pada Jumat (5/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Dedi Mulyadi juga mendengarkan langsung keluhan serta kebutuhan mendesak para korban bencana, mulai dari kebutuhan tempat tinggal, akses kesehatan, hingga pemulihan ekonomi. Ia menegaskan bahwa sektor hunian adalah prioritas utama untuk memulihkan kehidupan warga.

Pemkot Padang Diminta Sediakan Lahan untuk Pembangunan Kampung

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi meminta Pemerintah Kota Padang untuk membantu menyiapkan lahan sebagai lokasi pembangunan kampung permanen tersebut. Menurutnya, langkah konkret harus segera dilakukan agar proses pembangunan tidak berlarut-larut.

“KDM meminta Pemkot Padang mencarikan lahan agar dapat menampung warga yang terkena musibah,” ujar Maigus Nasir.

Permintaan itu disampaikan setelah Dedi melihat langsung kondisi di lapangan, termasuk daerah Gunung Nago, Kecamatan Kuranji, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir bandang. Banyak rumah hanyut, akses jalan terputus, dan sarana umum lumpuh total.

Baca Juga :  Kapolda Jatim Pimpin Upacara di SMA Negeri 10 Surabaya, Ajak Pelajar Jauhi Narkoba

Rencana kampung baru bagi korban banjir bandang Padang tersebut akan menjadi salah satu langkah rekonstruksi yang berkelanjutan, bukan hanya penampungan sementara. Model pembangunan kampung yang dimaksud mencakup pemukiman layak, sistem sanitasi, fasilitas pendidikan dasar, serta akses transportasi yang memadai.

Upaya Pemerintah Setempat: Pembersihan Rusunawa dan Hunian Sementara

Di sisi lain, Pemkot Padang kini sedang menyiapkan hunian sementara berupa rumah khusus atau rusus yang berlokasi di Kecamatan Koto Tangah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para korban tidak terlalu lama tinggal di tenda darurat yang rentan terhadap cuaca ekstrem dan masalah kesehatan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah UPTD Rusunawa, Angga Liberdo, menjelaskan bahwa pembersihan dan penataan rusus sudah dilakukan sejak 2 Desember agar para penyintas bisa segera menempati tempat yang lebih nyaman dan manusiawi.

“Saat ini terdapat 80 unit rumah khusus, terdiri atas dua kamar tidur di setiap unit. Hunian juga telah dilengkapi kursi tamu, meja makan, dan tempat tidur,” jelas Angga.

Dia menambahkan, satu unit rumah dirancang untuk menampung satu keluarga berisi maksimal enam orang. Targetnya, hunian sementara tersebut sudah dapat diisi dalam waktu satu pekan ke depan.

Baca Juga :  PT KAI Siapkan Penataan Kampung Bahari, Kapolda Metro Jaya Tekankan Solusi Hunian Warga

Banjir Bandang Padang: Kerugian Besar dan Ribuan Warga Mengungsi

Sejak banjir bandang melanda, ribuan warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal, dokumen penting, dan harta benda. Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan berat pada infrastruktur publik.

Dampak kerusakan besar itu memicu perhatian banyak pihak, termasuk pemerintah provinsi lain dan lembaga kemanusiaan. Rencana pembangunan kampung permanen yang digagas Dedi Mulyadi menjadi harapan baru bagi warga yang sudah kehilangan masa depan akibat bencana.

Harapan Besar Korban: Dari Kesedihan Menuju Pemulihan

Warga korban banjir menyampaikan harapan agar rencana pembangunan kampung tersebut tidak hanya berhenti sebagai wacana. Mereka membutuhkan solusi nyata dan cepat.

Seorang penyintas mengatakan, mereka sudah terlalu lama hidup di lokasi pengungsian tanpa kejelasan masa depan. Menurutnya, bantuan jangka panjang adalah satu-satunya kesempatan untuk bangkit.

Program kampung permanen ini diharapkan memenuhi standar pemukiman tahan bencana, mengingat Kota Padang merupakan wilayah yang rentan bencana banjir bandang, gempa bumi, dan tsunami.

Rencana Pembangunan Kampung: Solusi Jangka Panjang

Pembangunan kampung tersebut direncanakan bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga pusat pemulihan ekonomi masyarakat. Beberapa fasilitas yang direncanakan antara lain:

  • Pusat UMKM dan pelatihan keterampilan kerja
  • Fasilitas pendidikan dan kesehatan
  • Masjid dan ruang publik
  • Akses transportasi dan jaringan air bersih
  • Sistem drainase dan mitigasi banjir modern

Pembangunan ini juga membuka peluang kerja bagi warga lokal.

Rencana Dedi Mulyadi membangun kampung permanen untuk korban banjir bandang Padang menjadi langkah penting dalam proses pemulihan jangka panjang. Komitmen pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci keberhasilan program kemanusiaan ini. Jika terealisasi, kampung baru ini akan menjadi simbol kebangkitan masyarakat dari tragedi bencana alam.***(SB)

SupersemarNewsTeam
Reporter :  R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi
Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu
Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit, 31 Orang Diamankan
Bentuk Relawan Kampung Bersih Narkoba, Polresta Banjarmasin: Sinergi Mencegah Narkotika
Kapolda Metro Jaya Silaturahmi dengan The Jakmania, Perkuat Komunikasi untuk Sepak Bola yang Kondusif
Buka Peluang Kerja bagi Warga, Kapolda Metro Jaya Gandeng Dua Perusahaan Lewat Program POLIRAN
Warga Sambut Program POLIRAN Polda Metro Jaya: Jadi Jembatan untuk Mendapatkan Pekerjaan
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:06 WIB

Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi

Kamis, 5 November 2026 - 23:04 WIB

Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu

Kamis, 5 November 2026 - 23:02 WIB

Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba

Kamis, 5 November 2026 - 23:00 WIB

Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit, 31 Orang Diamankan

Kamis, 5 November 2026 - 22:58 WIB

Bentuk Relawan Kampung Bersih Narkoba, Polresta Banjarmasin: Sinergi Mencegah Narkotika

Berita Terbaru