
Kesepakatan dagang ini bukan hanya strategi ekonomi, tapi langkah maju menuju masa depan yang saling menguntungkan bagi India dan Inggris.” – Perdana Menteri Narendra Modi
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Setelah tiga tahun negosiasi yang berlangsung naik turun, Inggris dan India akhirnya menyepakati perjanjian dagang yang dinilai sebagai kesepakatan bilateral paling signifikan sejak Brexit.
Ekspor Meningkat, Tarif Turun
Melalui kesepakatan ini, ekspor whisky, mobil, dan produk Inggris lainnya ke India menjadi lebih mudah. Sementara itu, tarif untuk pakaian dan alas kaki India ke Inggris juga akan turun.
Pemerintah Inggris menegaskan bahwa perjanjian ini tidak mengubah kebijakan imigrasi, termasuk bagi pelajar India yang menempuh studi di Inggris.

Kolaborasi erat antara Jonathan Reynolds dan Piyush Goyal menjadi kunci tercapainya kesepakatan dagang Inggris-India yang bersejarah
Dampak Ekonomi Besar
Menurut Menteri Bisnis Inggris, Jonathan Reynolds, manfaat bagi pelaku usaha dan konsumen Inggris sangat besar. Tahun lalu, nilai perdagangan kedua negara mencapai £41 miliar. Pemerintah memperkirakan kesepakatan ini akan menambah £25,5 miliar per tahun hingga 2040.
Reynolds dan Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal, merampungkan detail akhir kesepakatan di London, pekan lalu.
Manfaat Langsung bagi Konsumen
Begitu diberlakukan—kemungkinan dalam setahun—konsumen Inggris akan menikmati penurunan tarif produk India, seperti makanan beku dan udang beku. Pemerintah menekankan potensi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja dari ekspansi ekspor ke India.
Penurunan Tarif Signifikan
Tarif gin dan whisky akan turun setengah menjadi 75%, disusul pengurangan bertahap berikutnya. Tarif mobil, produk dirgantara, elektronik, dan makanan dari Inggris juga dipangkas.
Kesepakatan ini menjadi tonggak penting bagi Inggris dalam membangun ekonomi pasca-Brexit.
Dukungan dari Pimpinan Negara
Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, menyebutnya sebagai “kesepakatan bersejarah” yang mendorong pertumbuhan dan menguntungkan rakyat serta bisnis Inggris. Sementara PM India, Narendra Modi, menilai ini sebagai tonggak ambisius dan saling menguntungkan.
India diprediksi menjadi ekonomi terbesar ketiga dunia dalam beberapa tahun mendatang.
Momentum Global
Kampanye tarif oleh mantan Presiden AS, Donald Trump, memicu negara lain untuk mengejar perjanjian dagang serupa. Bagi India, Inggris menjadi mitra strategis dalam rencana ekspor senilai $1 triliun pada 2030.
Penilaian Pakar
Mantan penasihat perdagangan pemerintah, Allie Renison, menyebut kesepakatan ini sebagai yang paling transformatif secara ekonomi pasca-Brexit, mengingat skala dan potensi pasar India. Ia menambahkan, pemerintah saat ini berhasil menyelesaikan berbagai hambatan yang sempat mengganjal perundingan.
SupersemarNewsTeam
Sumber : BBCNews.COM
SanggaBuana
