Jepang Dihantam Malapetaka, Langsung Evakuasi 380 Ribu Warga

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

JAKARTA, Supersemar News – Hujan deras yang memicu banjir bandang dan tanah longsor melumpuhkan wilayah prefektur Ishikawa dan Toyama di Jepang bagian tengah utara pada hari Kamis. Bencana cuaca ekstrem ini membuat banyak jalan ditutup serta menjebak warga di dalam rumah dan kendaraan mereka yang terendam air.

Mengutip Channel News Asia (CNA), Jumat (27/8/2026), Badan Meteorologi Jepang telah menetapkan peringatan hujan lebat Level 5 untuk beberapa bagian di prefektur Ishikawa dan Toyama. Badan tersebut memprediksi curah hujan dapat menembus 20 sentimeter (7,8 inci) di kawasan Kaga dan Noto hingga hari Jumat pagi sehingga pemerintah daerah secara tegas mendesak lebih dari 380.000 penduduk untuk segera berlindung ke dataran yang lebih aman.

Baca Juga :  Letkol Marinir Purn Mardiono, Manager Swa Army, Sukses Raih Ilmu Keamanan Internasional

Rekaman dari stasiun televisi publik NHK memperlihatkan momen dramatis penyelamatan warga yang terjebak di kota Himi, prefektur Toyama. Para petugas penyelamat tampak mengevakuasi warga dengan perahu karet sembari menerjang banjir setinggi lutut, di mana sejumlah kendaraan yang telanjur mogok di jalanan terpaksa ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya.

Dampak kehancuran serupa juga menghantam prefektur Ishikawa di sebelah barat Toyama. Sebanyak 270 rumah di tiga kotamadya dilaporkan ikut terendam banjir, bersamaan dengan tanah longsor yang memutus sejumlah akses jalan raya. Di samping itu, perusahaan Hokuriku Electric Power Co mencatat adanya pemadaman listrik yang merugikan lebih dari 1.000 rumah di wilayah Toyama dan Ishikawa akibat cuaca ekstrem ini.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Telkominfra

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, membenarkan parahnya terjangan air bah yang melumpuhkan kedua wilayah tersebut meskipun belum ada laporan korban fisik dari warga sekitar. “Beberapa sungai di dua prefektur tersebut telah meluap dan membanjiri banyak rumah tanpa ada laporan korban luka,” papar-nya.

Tragedi ini kian memperparah duka bencana alam di negara kepulauan tersebut. Sebelumnya pada awal bulan ini, curah hujan yang lebat dan banjir parah juga sempat menenggelamkan wilayah prefektur Chiba di sebelah timur Tokyo, dan menelan sedikitnya 13 korban jiwa.

Sumber : CNBC Indonesia

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA
Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada
Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli
Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau
Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan
Fakta-fakta OTT KPK di BNPB
Gerindra Respons Hasil Survei Evaluasi 2 Tahun Prabowo
Panglima Korpasgat Pimpin Upacara Purnabakti 26 Prajurit Korpasgat
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:47 WIB

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Berita utama

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:13 WIB