“Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen penguatan intelijen Polri melalui mutasi perwira tinggi ke Baintelkam. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Polri Presisi dalam menghadapi tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks,” ujar Kapolri saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta.

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan langkah strategis dengan menggeser dua perwira tinggi berpangkat jenderal dan satu perwira menengah berpangkat komisaris besar ke Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri dalam mutasi besar Desember 2025. Kebijakan ini menegaskan komitmen pimpinan Polri dalam memperkuat fungsi intelijen sebagai garda depan deteksi dini ancaman keamanan nasional.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/XII/KEP/2025 tertanggal 15 Desember 2025, yang ditandatangani atas nama Kapolri oleh Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Anwar. Dokumen resmi ini menjadi dasar pergeseran 71 perwira Polri yang masuk dalam daftar mutasi, rotasi, dan promosi jabatan.

Langkah Kapolri ini sekaligus menandai fase penting konsolidasi internal Polri menjelang dinamika keamanan nasional tahun 2026, khususnya dalam menghadapi tantangan keamanan siber, terorisme, konflik sosial, dan stabilitas politik nasional.

Penguatan Baintelkam Jadi Fokus Utama Kapolri

Seiring meningkatnya kompleksitas ancaman keamanan, Kapolri menempatkan Baintelkam Polri sebagai instrumen strategis negara. Badan ini memiliki peran krusial dalam pengumpulan intelijen, analisis ancaman, dan perumusan rekomendasi keamanan bagi pimpinan Polri dan pemerintah.

Menurut Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mutasi ini merupakan bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi.

Mutasi merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri. Selain sebagai pembinaan karier, mutasi dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat,” ujar Trunoyudo, Kamis (25/12/2025).

Pernyataan tersebut selaras dengan visi Polri Presisi yang diusung Kapolri, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

Daftar Lengkap Perwira yang Digeser ke Baintelkam

1. Irjen Pol M Yassin Kosasih

  • Jabatan Lama: Pati Baharkam Polri (penugasan di Kementerian Kelautan dan Perikanan)
  • Jabatan Baru: Agen Intelijen Kepolisian Utama Tk I Baintelkam Polri

Penugasan Irjen Yassin ke Baintelkam dinilai strategis karena latar belakangnya dalam pengamanan wilayah dan kerja lintas kementerian. Pengalaman tersebut memperkuat fungsi intelijen dalam isu keamanan maritim dan sumber daya nasional.

2. Brigjen Pol Antonius Dwi Hendro Sunarko

  • Jabatan Lama: Pati Baintelkam Polri (penugasan di BIN)
  • Jabatan Baru: Karoanalis Baintelkam Polri

Penunjukan Brigjen Antonius sebagai Kepala Biro Analisis menegaskan fokus Kapolri pada penguatan analisis intelijen strategis. Posisi ini menjadi tulang punggung pengambilan keputusan pimpinan Polri dalam merespons potensi ancaman nasional.

3. Kombes Pol Enggar Broto Seno

  • Jabatan Lama: Kabid Kerja Sama Baintelkam Polri
  • Jabatan Baru: Agen Intelijen Kepolisian Utama Tk II Baintelkam Polri

Kombes Enggar dikenal aktif membangun kerja sama intelijen internasional, khususnya dalam pertukaran informasi keamanan lintas negara. Penempatan ini memperkuat posisi Polri dalam jaringan intelijen global.

Analisis: Mutasi Intelijen Bukan Sekadar Rotasi

Berbeda dari mutasi rutin, pergeseran perwira ke Baintelkam memiliki dimensi strategis dan politis. Intelijen kepolisian berfungsi sebagai early warning system yang menentukan stabilitas keamanan nasional.

Pengamat kepolisian menilai, langkah Kapolri ini merupakan sinyal kuat bahwa Polri tengah bersiap menghadapi:

  • Peningkatan kejahatan transnasional
  • Ancaman radikalisme dan terorisme
  • Konflik sosial berbasis identitas
  • Disrupsi keamanan akibat teknologi dan media digital

Konsistensi Kapolri dalam Reformasi SDM Polri

Sejak awal kepemimpinannya, Kapolri Listyo Sigit dikenal konsisten melakukan reformasi manajemen SDM Polri. Mutasi berbasis kompetensi menjadi instrumen utama dalam menciptakan organisasi yang adaptif dan profesional.

Melalui mutasi Desember 2025 ini, Kapolri menegaskan bahwa:

  1. Jabatan strategis harus diisi perwira berpengalaman
  2. Intelijen menjadi prioritas utama pengamanan negara
  3. Polri tidak boleh reaktif, tetapi prediktif dan preventif

Implikasi bagi Stabilitas Nasional

Dengan diperkuatnya Baintelkam, Polri diharapkan mampu:

  • Mengantisipasi konflik sejak dini
  • Menyediakan analisis intelijen akurat
  • Mendukung kebijakan keamanan pemerintah
  • Meningkatkan kepercayaan publik

Langkah ini sekaligus menjawab kritik publik terkait perlunya pendekatan intelijen yang modern, terbuka, namun tetap akurat.

Sinyal Tegas Kapolri Hadapi Tantangan 2026

Mutasi 2 jenderal dan 1 kombes ke Baintelkam Polri bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan langkah strategis Kapolri dalam memperkuat fondasi keamanan nasional. Dengan menempatkan perwira berpengalaman di posisi intelijen kunci, Polri menunjukkan kesiapan menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Ke depan, publik menanti efektivitas Baintelkam dalam menjaga stabilitas, sekaligus membuktikan bahwa reformasi Polri berjalan nyata, terukur, dan berdampak langsung bagi keamanan masyarakat Indonesia.***(SB)

SupersemarNewsTeam