PERSIB Kalahkan Borneo FC 3-1, Jarak Puncak Makin Dekat

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Selebrasi penuh ledakan energi para pemain PERSIB di lapangan usai memastikan kemenangan 3-1 atas Borneo FC menjadi simbol kuat bagaimana Maung Bandung kembali menunjukkan dominasi dan mental juara pada laga penuh tekanan tersebut.

SUPERSEMAR NEWS SPORT – BANDUNG –
Kemenangan penting diraih PERSIB setelah menekuk Borneo FC dengan skor 3-1 pada laga tunda pekan kelima Super League 2025/26 yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat, 5 Desember 2025. Duel panas ini menjadi salah satu pertandingan paling krusial bagi kubu Maung Bandung karena secara langsung memengaruhi ketatnya persaingan papan atas klasemen sementara. Meski sempat tertinggal oleh gol cepat Joel Vinicius pada menit ke-18, PERSIB bangkit dengan mentalitas besar dan membalikkan keadaan melalui gol Ramon “Tanque” de Andrade Souza menit ke-40, Federico Barba menit ke-50, serta Saddil Ramdani pada penghujung laga tepat di menit 90+7.

Kemenangan ini sekaligus memangkas jarak Maung Bandung dengan Borneo FC yang berada di puncak klasemen. Kini selisih hanya tersisa lima poin, membuat persaingan menuju gelar musim ini semakin terbuka. Dalam kondisi tim yang terus berkembang secara taktikal maupun mental, PERSIB memperlihatkan performa dominan, terstruktur, dan penuh keberanian. Evaluasi ketat, respons cepat, disiplin lini belakang, serta kreativitas lini tengah menjadi kunci utama kebangkitan PERSIB pada pertandingan ini.

BABAK PERTAMA: KEKALAHAN CEPAT YANG MEMBUKA MATA

Meski tampil sebagai tuan rumah, PERSIB justru harus menghadapi tekanan besar sejak menit menit awal setelah Borneo FC tampil agresif. Kombinasi umpan cepat serta pressing tinggi membuat lini pertahanan PERSIB tidak memiliki ruang cukup untuk mengatur transisi. Tepat ketika pertandingan memasuki menit ke-18, Joel Vinicius memanfaatkan kelengahan koordinasi di area pertahanan dan mencetak gol pembuka. Bola terarah cepat ke sudut gawang tanpa mampu dihentikan oleh Fitrah Maulana yang menjalani debut pentingnya.

Gol tersebut memberi sinyal keras bahwa pertandingan tidak akan berjalan mudah. Namun, justru dari momentum tertinggal itu, PERSIB mulai bangkit. Para pemain tampak meningkatkan intensitas, mempercepat aliran bola, dan lebih berani mengambil risiko. Luchiano Guaycochea serta Marc Klok menjadi poros pengatur serangan dengan membangun tempo dan memperbaiki koneksi antar lini. Transisi cepat dari sayap juga mulai menemukan ritmenya setelah beberapa kali Beckham Putra dan Thom Haye berhasil menembus area pertahanan Borneo FC.

Setelah sejumlah peluang tercipta, PERSIB akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-40. Ramon “Tanque” Souza memanfaatkan umpan terukur dari lini tengah, melakukan kontrol rapi, lalu menceploskan bola ke dalam gawang dengan tendangan keras yang tidak mampu dijangkau Nadeo. Gol ini bukan hanya penyeimbang, tetapi juga pengubah momentum yang membuat para pemain PERSIB semakin percaya diri memasuki sisa babak pertama. Hingga turun minum, skor 1-1 bertahan, tetapi energi dan emosi pertandingan tampak mulai berpihak pada tuan rumah.

Baca Juga :  SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

BABAK KEDUA: DOMINASI TOTAL DAN RESPONS AGRESIF MAUNG BANDUNG

Memasuki babak kedua, PERSIB tampil jauh lebih tajam. Barisan pertahanan yang sebelumnya goyah mulai menemukan stabilitas melalui peran Patricio Matricardi dan Frans Putros. Mereka berhasil menutup celah yang sempat dimanfaatkan Borneo FC pada babak pertama. Sementara itu, Guaycochea tetap menjadi motor penggerak serangan, menjadi titik distribusi yang menghubungkan tiap lini.

Pada menit ke-47, gelandang Borneo FC Mariano Ezequiel Peralta nyaris mencetak gol kedua melalui sepakan keras dari luar kotak penalti. Namun, Putros bergerak cepat untuk menutup arah tembakan, menjadikannya salah satu penyelamatan krusial yang menghindarkan PERSIB dari tekanan lebih besar. Momen penting itu menjadi titik balik sebelum PERSIB benar-benar mengendalikan jalannya pertandingan.

Hanya berselang tiga menit setelah peluang tersebut, tepatnya pada menit ke-50, Federico Barba mencatatkan namanya di papan skor. Sebuah sepakan voli keras yang memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti meluncur deras ke gawang Borneo FC. Gol ini disambut gemuruh GBLA dan langsung mengubah atmosfer pertandingan. PERSIB tampil semakin percaya diri dan terus melancarkan tekanan tanpa memberi ruang bagi lawan.

Borneo FC kemudian mencoba meningkatkan ritme serangan lewat upaya cepat dari Ambrizal Umanailo dan David da Silva. Namun, PERSIB justru tampil lebih solid dalam mengatur blok pertahanan. Setiap upaya serangan Borneo FC selalu berakhir mentah di kaki para pemain PERSIB. Pada menit ke-58, sebuah kesalahan fatal dilakukan pemain belakang Borneo FC yang memberi peluang besar kepada Souza. Sang penyerang langsung berlari masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan keras, namun berhasil ditepis Nadeo.

STRATEGI PERGANTIAN PEMAIN YANG MENGUBAH ARAH PERTANDINGAN

Pelatih PERSIB kemudian melakukan dua pergantian penting di menit ke-63. Beckham Putra dan Frans Putros ditarik keluar, digantikan oleh Alfeandra Dewangga serta Rosembergne da Silva (Berguinho). Pergantian ini langsung memberikan warna baru pada permainan. Semenit setelah masuk, Dewangga mengirimkan umpan silang akurat ke arah Souza yang melakukan penyambutan dengan sundulan, meski bola masih melambung tipis di atas mistar.

Baca Juga :  PANGKORMAR HADIRI PERESMIAN FIRE FIGHTING TRAINING CENTER

Permainan PERSIB terus meningkat dari segi intensitas dan variasi serangan. Berguinho membawa energi agresif di sisi kanan, sedangkan Dewangga memperkuat transisi bertahan sekaligus menjaga stabilitas penguasaan bola. Pada menit ke-80, giliran Marc Klok yang melakukan aksi krusial dengan memotong umpan berbahaya menuju Coutinho. Jika bola itu lolos, gol penyeimbang hampir pasti terjadi.

Tidak berhenti sampai di sana, menit ke-88 menjadi momen yang membuat lini belakang Borneo FC kewalahan setelah Berguinho melakukan tusukan cepat dari sisi kanan dan melepaskan umpan silang matang yang disambut Barros. Meski sundulannya belum tepat sasaran, tekanan intens ini memperlihatkan dominasi penuh PERSIB menjelang akhir pertandingan.

DRAMA INJURY TIME DAN GOL PEMBUKA HARAPAN MENUJU PUNCAK KLASMEN

Dengan tambahan waktu tujuh menit, kedua tim bermain dengan kondisi fisik yang hampir habis. Pemain mulai terlihat kelelahan, tetapi intensitas pertandingan tetap terjaga. Pada menit ke-90+3, Guaycochea ditarik keluar digantikan Nazriel Alfaro Syahdan yang menjalani penampilan keduanya musim ini. Masuknya Nazriel memberikan energi baru di lini tengah dengan tendangannya yang cepat dan pengambilan keputusan agresif.

Menit 90+6, Nazriel memberikan umpan pendek kepada Haye yang melepaskan tembakan langsung. Meski bola mengarah tepat ke Nadeo, peluang itu mengindikasikan bahwa PERSIB tidak berniat menurunkan tensi permainan. Dan akhirnya, satu menit kemudian, Saddil Ramdani berhasil lolos dari jebakan offside, menerima umpan terukur, lalu mengeksekusinya dengan dingin untuk membawa PERSIB unggul 3-1.

Gol Saddil menjadi penutup sempurna bagi performa luar biasa PERSIB malam itu. Bukan hanya memastikan kemenangan, tetapi juga mempertegas dominasi, mentalitas, dan kesiapan tim untuk menantang gelar musim ini.

DAMPAK KEMENANGAN: TARGET TITEL KEMBALI TERBUKA

Tambahan tiga poin membuat perolehan PERSIB kini mencapai 28 poin dari 12 pertandingan. Jarak dengan Borneo FC yang memimpin klasemen kini hanya tinggal lima angka. Dengan performa yang semakin matang, struktur permainan yang lebih solid, dan kedalaman skuad yang lebih baik pasca rotasi, peluang PERSIB untuk terus menekan puncak klasemen semakin terbuka.

Dari perspektif analisis taktikal, PERSIB menunjukkan perkembangan signifikan dalam transisi bertahan, penggunaan ruang, pressing blok menengah, serta efektivitas serangan balik yang dieksekusi cepat. Ini menunjukkan bahwa sistem permainan yang dibangun telah mencapai tahap kematangan. Dengan ritme tersebut, PERSIB tidak hanya memenangi pertandingan, tetapi juga mengirim pesan kuat kepada seluruh pesaing bahwa mereka adalah kandidat serius perburuan gelar.***(SB)

SupersemarNewsTeam
Reporter :  R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Berita Terbaru