Tangis dan Penghormatan Mengiringi Pemakaman Mayjen TNI (Purn) H. Syamsir Siregar di TMP Kalibata

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

JAKARTA, Supersemar News – Langit Jakarta menjadi saksi perjalanan terakhir Mayjen TNI (Purn) H. Syamsir Siregar.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI itu dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2026).

Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana khidmat. Keluarga, sahabat, sejumlah tokoh nasional serta keluarga besar TNI hadir untuk mengantarkan almarhum menuju tempat peristirahatan terakhir.

Suasana haru terlihat ketika peti jenazah almarhum dibawa menuju liang lahat. Sang Merah Putih yang menutupi peti menjadi simbol penghormatan terakhir bagi seorang prajurit yang telah melewati perjalanan panjang dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

Di antara para pelayat yang hadir tampak sejumlah perwira tinggi TNI dan tokoh yang memiliki hubungan dengan perjalanan panjang almarhum.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa sosok Syamsir Siregar tidak hanya memiliki tempat di hati keluarga, tetapi juga dihormati di lingkungan militer dan intelijen Indonesia.

Letjen TNI Robi Herbawan Kabais TNI juga hadir dalam prosesi pemakaman tersebut. Kehadiran mantan Kabais TNI itu menjadi bentuk penghormatan terhadap senior yang pernah mengabdikan diri dalam dunia intelijen strategis.

Bagi keluarga besar TNI, nama Syamsir Siregar bukanlah nama yang asing. Sepanjang kariernya, almarhum dikenal sebagai perwira yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang pertahanan, keamanan dan intelijen.

Syamsir Siregar merupakan lulusan Akademi Militer Nasional tahun 1965. Dari sinilah perjalanan panjang pengabdiannya sebagai prajurit dimulai.

Berbagai penugasan kemudian membawanya menduduki sejumlah posisi strategis. Ia pernah dipercaya sebagai Panglima Kodam II/Sriwijaya pada 1993-1994.

Baca Juga :  Kernel dan CPO Tumpah di Jalan usai Dua Truk Terlibat Kecelakaan di Kotim

Setahun kemudian, Syamsir memasuki salah satu fase penting dalam karier militernya ketika dipercaya memimpin Badan Intelijen ABRI pada 1994-1996.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum dirinya kemudian dipercaya memimpin lembaga intelijen negara.

Pada 2004, Syamsir Siregar ditunjuk sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Jabatan tersebut diembannya hingga 2009.

Selama memimpin BIN, Syamsir berada pada salah satu posisi paling strategis dalam sistem keamanan nasional.

Sebagai lembaga intelijen negara, BIN memiliki tugas penting dalam melakukan deteksi dini, memberikan informasi strategis kepada pemerintah dan mengantisipasi berbagai potensi ancaman terhadap keamanan nasional.

Posisi tersebut tentu bukan tugas ringan. Dibutuhkan pengalaman, ketajaman membaca situasi serta kemampuan menjaga kerahasiaan informasi yang berkaitan dengan kepentingan negara.

Syamsir Siregar merupakan bagian dari generasi perwira yang menjalani masa pengabdian dalam berbagai situasi dan perubahan zaman.

Setelah menyelesaikan masa tugasnya di pemerintahan dan memasuki masa purnawirawan, kiprah Syamsir tidak berhenti.

Ia masih dipercaya berkontribusi di sektor profesional dan pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Kabar meninggalnya Syamsir Siregar pada Selasa pagi pun membawa duka bagi banyak pihak.

Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Adiyaksa, Cipayung, Jakarta Timur, sekitar pukul 07.35 WIB.

Berita kepergiannya kemudian menyebar dan mendapat perhatian luas, terutama dari lingkungan TNI, intelijen, pemerintahan serta orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya sepanjang perjalanan pengabdian.

Kini, sosok yang pernah berada di balik berbagai tanggung jawab strategis negara tersebut telah kembali kepada Sang Pencipta.

Baca Juga :  PRAJURIT YONHOWITZER 1 MARINIR RAIH SABUK EMAS

TMP Kalibata menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi seorang prajurit yang sebagian besar hidupnya diabdikan untuk negara.

Di tempat itu pula keluarga besar TNI dan para sahabat memberikan penghormatan terakhir.

Tidak ada lagi jabatan yang melekat. Tidak ada lagi pangkat yang disandang. Yang tersisa hanyalah rekam jejak pengabdian dan kenangan dari orang-orang yang pernah mengenal almarhum.

Bagi keluarga, kehilangan ini tentu menjadi luka yang mendalam. Namun keteladanan dan perjalanan hidup almarhum akan menjadi bagian yang terus dikenang.

Bagi keluarga besar TNI dan dunia intelijen, kepergian Syamsir Siregar juga menjadi kehilangan seorang senior yang pernah mengisi salah satu bab penting dalam perjalanan pertahanan dan keamanan Indonesia.

Upacara pemakaman militer kemudian mengakhiri seluruh rangkaian penghormatan terakhir.

Suara penghormatan militer mengiringi jenazah menuju liang lahat. Sang Merah Putih menjadi simbol terakhir yang mengantarkan seorang prajurit ke tempat peristirahatan abadinya.

Mayjen TNI (Purn) H. Syamsir Siregar telah menyelesaikan perjalanan panjangnya.

Ia pergi meninggalkan keluarga, sahabat, dan orang-orang yang pernah berjalan bersamanya dalam pengabdian.

Namun nama dan jasa seorang prajurit tidak berhenti ketika ia dimakamkan.

Ia akan tetap hidup dalam ingatan mereka yang mengenal perjuangannya dan dalam catatan sejarah pengabdian TNI serta intelijen Indonesia.

Selamat jalan, Jenderal Syamsir Siregar.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan.

Sumber : Target Berita

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA
Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada
Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli
Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau
Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan
Fakta-fakta OTT KPK di BNPB
Gerindra Respons Hasil Survei Evaluasi 2 Tahun Prabowo
Panglima Korpasgat Pimpin Upacara Purnabakti 26 Prajurit Korpasgat
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:47 WIB

SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Batal Tinjau Karhutla, Pemkab Kotim Mengaku Dipersulit Bertemu Menhut RI Raja Juli

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Krisis Air Bersih di Baamang dan MB Ketapang, Dinkes Ingatkan Bahaya Konsumsi Air Payau

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Kendaraan Roda Tiga Berpotensi Jadi Alternatif Transportasi Nasional, Pemerataan Akses dan Keselamatan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Berita utama

Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Motoris Klotok Diimbau Waspada

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:13 WIB