Candi Jawi Pasuruan Warisan Budaya yang Wajib Dilestarikan

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Rifay Marzuki, CEO Faytastic Pro sekaligus Dewan Pembina Supersemar News, berfoto bersama Mba Ponasari, pelaku seni budaya di kawasan Candi Jawi Pasuruan, Jawa Timur. Momen ini menjadi bagian dari wawancara eksklusif mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya Nusantara, sejarah Indonesia, dan peran generasi muda dalam menjaga cagar budaya. Foto dokumentasi Supersemar News.

Wawancara Eksklusif di Candi Jawi: Mba Ponasari Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya Nusantara

SUPERSEMAR NEWS – PASURUAN, JAWA TIMUR – Kekayaan sejarah dan budaya Indonesia kembali menjadi sorotan dalam wawancara eksklusif antara Rifay Marzuki, CEO Faytastic Pro sekaligus Dewan Pembina Supersemar News, dengan Mba Ponasari di kawasan Candi Jawi, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Dalam suasana yang sarat nilai sejarah, Mba Ponasari menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan situs-situs peninggalan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Menurutnya, keberadaan candi-candi di Indonesia bukan sekadar bangunan kuno, melainkan saksi perjalanan panjang peradaban Nusantara yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

Saat berbincang dengan Rifay Marzuki, Mba Ponasari menjelaskan bahwa Candi Jawi merupakan salah satu peninggalan budaya yang memiliki nilai sejarah sangat tinggi. Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin peduli terhadap keberadaan situs-situs bersejarah tersebut.

“Peninggalan ini luar biasa dan perlu untuk dilestarikan serta dijaga oleh kita sebagai generasi muda. Generasi berikutnya juga sangat membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana Nusantara, bagaimana Indonesia, dan bagaimana akar kita sebagai bangsa Indonesia,” ujar Mba Ponasari.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak harus dimulai dari langkah besar. Kepedulian dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan mengenal, mengunjungi, dan menjaga situs-situs sejarah yang ada di sekitar tempat tinggal.

Baca Juga :  Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem

Dalam kesempatan yang sama, Mba Ponasari juga mengungkapkan bahwa pemotretan yang dilakukan di kawasan Candi Jawi merupakan bagian dari pembuatan teaser Event Graduation BFBL Sidoarjo Batch 13 yang disponsori oleh SPEKTRA dan L’Oréal Indonesia. Kegiatan tersebut mengusung tema “Karnaval Karsa Nusantara”, sebuah konsep yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia sebagai inspirasi utama.

Menurut Mba Ponasari, pemilihan Candi Jawi sebagai lokasi pemotretan bukan tanpa alasan. Tema tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya nyata untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Indonesia melalui karya kreatif yang memiliki nilai edukatif dan artistik.

“Harapan kami dengan tema Karnaval Karsa Nusantara, kami juga turut serta dalam melestarikan budaya Indonesia, mengenang, dan melestarikan akar budaya Nusantara,” jelas Mba Ponasari kepada Rifay Marzuki.

Ia menilai bahwa seni, budaya, dan kreativitas dapat berjalan beriringan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan leluhur. Melalui konsep karnaval yang mengangkat unsur tradisi Nusantara, generasi muda diharapkan dapat melihat bahwa budaya Indonesia memiliki nilai estetika, sejarah, dan identitas yang sangat kuat.

Mba Ponasari juga mengapresiasi masyarakat di sekitar kawasan Candi Jawi yang dinilai telah berperan aktif menjaga kebersihan, kelestarian, serta kenyamanan kawasan cagar budaya tersebut. Upaya tersebut menjadi contoh nyata bahwa pelestarian sejarah merupakan tanggung jawab bersama.

“Alhamdulillah, Candi Jawi ini dijaga dengan sangat baik oleh masyarakat sekitar. Ini menjadi contoh bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari wilayah atau lingkungan terdekat,” jelasnya kepada Rifay Marzuki.

Lebih lanjut, Mba Ponasari mengajak masyarakat untuk memanfaatkan waktu luang dengan mengunjungi berbagai situs bersejarah yang tersebar di Jawa Timur. Menurutnya, wisata budaya bukan hanya memberikan pengalaman berlibur, tetapi juga memperkaya wawasan sejarah dan memperkuat rasa cinta terhadap tanah air.

Baca Juga :  Narkoba! Sidokkes Kepolisian Lakukan Pemeriksaan Urine di Kampung Puntun

Ia menyebut sejumlah destinasi yang layak dikunjungi, seperti Candi Pari di Sidoarjo, Candi Jawi di Pasuruan, serta berbagai kompleks percandian di Mojokerto, termasuk Candi Tikus yang dikenal sebagai salah satu peninggalan penting era Kerajaan Majapahit.

“Ada Candi Pari, ada Candi Jawi, kemudian di Mojokerto ada Candi Tikus dan masih banyak candi lainnya. Kalau ada kesempatan, sempatkan untuk berkunjung. Kita akan belajar banyak tentang sejarah bangsa melalui peninggalan-peninggalan tersebut,” ungkapnya.

Menanggapi penjelasan tersebut, Rifay Marzuki menyampaikan bahwa pelestarian budaya harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan, dan media. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat luas, terutama generasi muda yang hidup di era digital.

Melalui wawancara ini, Rifay berharap semakin banyak masyarakat yang menjadikan wisata sejarah sebagai bagian dari aktivitas edukatif keluarga. Selain menikmati keindahan arsitektur candi, masyarakat juga dapat memahami nilai-nilai sejarah, kebudayaan, dan jati diri bangsa Indonesia.

Candi Jawi sendiri menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kabupaten Pasuruan. Selain memiliki keunikan arsitektur yang memadukan unsur Hindu dan Buddha, kawasan ini juga menawarkan panorama alam pegunungan yang asri sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Wawancara eksklusif ini menjadi pengingat bahwa menjaga warisan budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pemerhati sejarah, tetapi merupakan kewajiban seluruh elemen bangsa. Dengan mengenal sejarah, masyarakat akan semakin memahami identitas Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan peradaban, budaya, dan nilai-nilai luhur yang harus terus diwariskan kepada generasi masa depan.***(SB)

SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki
Editor : Sangga Buana
Sumber :
Wawancara eksklusif Rifay Marzuki (CEO Faytastic Pro dan Dewan Pembina Supersemar News) dengan Mba Ponisari di Candi Jawi, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur.

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis
PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat
Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka
Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan
Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi
Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu
Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit, 31 Orang Diamankan
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 00:00 WIB

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 23:51 WIB

PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka

Kamis, 5 November 2026 - 23:19 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan

Kamis, 5 November 2026 - 23:04 WIB

Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu

Berita Terbaru