Indonesia menempati peringkat ketiga dunia sebagai produsen telur terbesar dengan produksi mencapai 144,59 miliar butir, menurut data FAO.(Foto : Kementan RI)

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Indonesia berhasil menempati peringkat ketiga dunia sebagai produsen telur terbesar menurut data FAO. Produksi telur nasional kini mencapai 144,59 miliar butir per tahun. Fakta ini memperkuat peran strategis sektor peternakan dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat.

Pertumbuhan Peternakan Nasional

Kementerian Pertanian mencatat pertumbuhan signifikan pada subsektor peternakan dalam lima tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari dukungan peternak lokal yang terus meningkatkan produktivitas serta kualitas telur.

Selain itu, pemerintah gencar mendorong penggunaan pakan lokal dan perbaikan sistem kandang. Upaya ini berdampak positif pada ketersediaan produk pangan dalam negeri yang kini makin kompetitif.

Menuju Lumbung Protein Hewani

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi lumbung protein hewani yang tangguh dan mandiri. Dengan strategi berkelanjutan, Indonesia mampu memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan impor.

Namun demikian, tantangan tetap ada. Kualitas distribusi dan stabilitas harga telur masih perlu diperbaiki agar produksi yang tinggi bisa menjangkau seluruh wilayah dengan harga terjangkau.

Ayo Dukung Produk Lokal!

Masyarakat diimbau terus mendukung produk peternakan lokal. Konsumsi telur produksi dalam negeri tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memperkuat ekonomi rakyat.

Dengan kolaborasi pemerintah dan peternak, Indonesia berpeluang besar mempertahankan posisinya sebagai penghasil telur terbesar dan menjadi model bagi negara berkembang lainnya.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana