Psikolog Forensik: Arya Daru Alami Burn Out Jelang Wafat

- Jurnalis

Rabu, 30 Juli 2025 - 17:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ketua Umum Apsifor Nathanael E. J. Sumampouw saat menjelaskan kondisi burn out yang dialami Arya Daru Pangayunan di masa akhir hidupnya.
Foto: CNN Indonesia TV

SUPERSEMAR NEWS –
Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) menyatakan Arya Daru Pangayunan, diplomat muda ahli Kementerian Luar Negeri (Kemlu), mengalami burn out di akhir hidupnya. Arya wafat pada usia 39 tahun.

Burn Out dan Tekanan Psikologis

Ketua Umum Apsifor Nathanael E. J. Sumampouw menyebut Arya dikenal positif, bertanggung jawab, dan peduli lingkungan. Namun, Arya kesulitan mengekspresikan emosi negatif, terutama saat menghadapi tekanan tinggi.

“Tekanan itu memengaruhi cara almarhum memandang diri, lingkungan, dan masa depan,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7).

Arya juga tercatat sempat mengakses layanan kesehatan mental daring pada 2021.

Baca Juga :  Pimpinan UE Sambut Baik Kesepakatan Keamanan AS dengan Greenland dan Denmak

Tugas Diplomatik dan Beban Emosional

Menurut Nathanael, Arya bertugas melindungi WNI dan pekerja kemanusiaan di wilayah konflik. Tugas itu menuntut empati tinggi, ketahanan psikologis, dan sensitivitas sosial.
“Peran sebagai rescuer menimbulkan kelelahan emosional dan fatigue, yang berujung pada burnout,” jelas Nathanael.

Baca Juga :  Perusahaan Hashim Resmi Menang Lelang Blok Migas RI, Ini Profilnya

Hasil Pemeriksaan Medis

Dokter RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Yoga Tohijiwa memastikan tidak ada racun atau penyakit yang menyebabkan gangguan oksigen.

“Penyebab kematian karena gangguan pertukaran oksigen di saluran napas atas, sehingga terjadi mati lemas,” ujar Yoga.

Kesimpulan

Kasus ini menunjukkan pentingnya perhatian pada kesehatan mental diplomat dan profesi berisiko tinggi. Kementerian Luar Negeri diharapkan memperkuat sistem pendampingan psikologis bagi para pejabatnya.

SupesemarTeamNews
Sumber :
CNN Indonesia
SanggaBuana.

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab Wapang dan KSAD di Cilangkap
IPC TPK Buka Direct Call Penghubung Indonesia, Tiongkok, dan Thailand
Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat
Putusan MK “Identitas Etnis dan Budaya Dayak”, Gubernur dan DPRD Kalteng Dorong Peran Kelembagaan
Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria Pekerja Buruh Lepas di Ketapang Diduga Budak Sabu
Program “Polisi Peduli Pengangguran” di Banjarmasin, Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Coba Kabur Lewat Jendela Lantai 2, Diduga Pengedar Sabu di Kotim Diciduk Polisi
Pangdam dan Menhut Terjun: Bongkar Kendala Pemadaman Karhutla di Taman Tanjung Puting
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab Wapang dan KSAD di Cilangkap

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung Indonesia, Tiongkok, dan Thailand

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Putusan MK “Identitas Etnis dan Budaya Dayak”, Gubernur dan DPRD Kalteng Dorong Peran Kelembagaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria Pekerja Buruh Lepas di Ketapang Diduga Budak Sabu

Berita Terbaru