Nasrudin Tueka Dorong Rekayasa Benih Menuju Swasembada Pangan

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025 - 04:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ketua Dewan Penasehat HPSMI, Nasrudin Tueka, menegaskan bahwa rekayasa perbenihan unggul adalah fondasi utama menuju swasembada pangan nasional. Simbol jabat tangan di depan spanduk acara menjadi penegasan komitmen beliau untuk memperkuat kemandirian petani dan membangun ketangguhan industri rumah tangga pertanian.

SUPERSEMAR NEWS — SOLO.
Ketua Dewan Penasehat Himpunan Petani Sejahtera Mandiri Indonesia (HPSMI), Nasrudin Tueka, menegaskan bahwa kunci utama menuju swasembada pangan nasional terletak pada rekayasa perbenihan unggul, baik melalui adopsi domestikasi maupun kawin silang.

Menurutnya, struktur perbenihan harus diperkuat untuk memastikan kualitas dan kuantitas produksi per lahan tanam dapat meningkat secara signifikan. Strategi ini dinilai penting untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan di tengah perubahan iklim dan keterbatasan lahan produktif.

Perkuat Rekayasa Genetika dan Domestikasi Benih

Nasrudin menilai perlu dilakukan koreksi komprehensif terhadap proyek penelitian dan pengembangan di bidang rekayasa genetika. Langkah ini, katanya, bertujuan menyempurnakan hipotesa terapan dan memperkuat kapasitas benih lokal yang potensial.

“Banyak benih domestikasi dan basic lokal yang mampu mengisi kebutuhan pangan bergizi nasional. Jangan lagi dianggap alternatif, karena sejatinya mereka adalah sumber pangan utama,” tegas Nasrudin Tueka.

Salah satu contoh nyata ialah tanaman sorgum — bahan pangan yang telah lama tumbuh di lahan marginal kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sorgum memiliki adaptasi tinggi terhadap cuaca ekstrem dan kini telah menjadi pangan utama masyarakat lokal.

Baca Juga :  REVITALISASI SKK MIGAS MENJADI BUK MIGAS: REFORMASI ATAU KUASA?
Aktivitas industri rumah tangga pengolahan hasil tani yang tampak di gudang produksi dan etalase produk olahan ini menjadi bukti nyata dari hilirisasi pertanian yang diperjuangkan HPSMI. Nasrudin Tueka menegaskan, ketangguhan industri kecil seperti inilah yang menjadi soko guru ketahanan pangan nasional dan kunci menuju swasembada berbasis benih unggul domestik.

Sorgum: Pilar Baru Swasembada Pangan Nasional

Dalam struktur food estate nasional dan program usaha tani di lahan marginal Jawa Tengah, sorgum terbukti tumbuh subur dengan dukungan rekayasa genetika 7–12 varietas domestikasi unggul.

Baca Juga :  BELI INDONESIA, BUKAN JUAL INDONESIA: INDUSTRI HARUS MANDIRI

Hasil produksinya telah meningkat pesat dan diolah dalam berbagai jenis produk pangan olahan, pakan ternak, serta bahan baku industri biokimia. Dengan demikian, sorgum bukan sekadar tanaman alternatif, tetapi telah menjelma menjadi komoditas strategis nasional yang menopang ketahanan pangan Indonesia.

Kunci Hilirisasi: Industri Rumah Tangga Tangguh

Lebih lanjut, Nasrudin menegaskan bahwa ketangguhan industri rumah tangga pertanian merupakan soko guru hilirisasi nasional. Tanpa fondasi kuat dari sektor ini, pilar hilirisasi pangan akan rapuh dan sulit menopang kebijakan nasional secara berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya menata ulang struktur internal HPSMI, memperkuat basis kapital nilai, dan membangun budaya organisasi yang efisien, transparan, serta berorientasi pada kesejahteraan petani.

“Langkah strategis menuju kebahagiaan petani adalah dengan memperkuat sistem, mengelola aset secara efektif, dan menjaga stabilitas organisasi. Tanpa itu, kemandirian pangan hanya akan menjadi slogan,” ujar Nasrudin.

Menuju Kemandirian dan Kedaulatan Pangan Nasional

Gagasan Nasrudin Tueka selaras dengan visi HPSMI untuk mewujudkan pertanian mandiri, berdaulat, dan berkelanjutan. Melalui sinergi riset genetika, pemberdayaan petani, dan inovasi industri rumah tangga, Indonesia diyakini mampu mencapai kemandirian pangan nasional.

Dengan memperkuat rekayasa perbenihan dan hilirisasi berbasis komunitas, masa depan pangan Indonesia akan lebih tangguh, inklusif, dan berdaya saing di pasar global.

SupersemarNewsTeam
Reporter: R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BELI INDONESIA, BUKAN JUAL INDONESIA: INDUSTRI HARUS MANDIRI
Dugaan Penyadapan Prabowo: Klaim Tiga Tersangka Disorot
Sengketa Ulayat Silaut: KAN Desak Buka HGU Nomor 08 ATR/BPN!
Djoko Siswanto dan Nasruddin Tueka Dorong Akselerasi Migas
REVITALISASI SKK MIGAS MENJADI BUK MIGAS: REFORMASI ATAU KUASA?
PEMIMPIN, PERUT RAKYAT, DAN UJIAN AKAL SEHAT BERNEGARA KINI!
SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA
Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:36 WIB

BELI INDONESIA, BUKAN JUAL INDONESIA: INDUSTRI HARUS MANDIRI

Selasa, 3 November 2026 - 22:14 WIB

Dugaan Penyadapan Prabowo: Klaim Tiga Tersangka Disorot

Minggu, 1 November 2026 - 18:32 WIB

Sengketa Ulayat Silaut: KAN Desak Buka HGU Nomor 08 ATR/BPN!

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Djoko Siswanto dan Nasruddin Tueka Dorong Akselerasi Migas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:34 WIB

REVITALISASI SKK MIGAS MENJADI BUK MIGAS: REFORMASI ATAU KUASA?

Berita Terbaru